Chapter 62

1103 Kata

Kali pertama aku menginjakkan kaki di rumah ini, pandanganku langsung tertuju pada pintu rumah yang berwarna hijau botol. Warna hijau botol seperti ini sekejap mengingatkanku pada warna pintu rumahku di Tulungagung. Warna itu adalah warna pilihan Wasis dan Bapak, sehingga aku, Emak dan Mbak Sumini tidak bisa menolak. Dulu, ketika akan berangkat ke Hongkong untuk pertama kalinya, aku sengaja tidak memperbolehkan siapapun untuk mengantarkanku ke depan rumah. Wasis, Emak, Bapak dan Mbak Sumini tidak kuijinkan berada di luar rumah atau bahkan melambaikan tangan mereka padaku. Mereka harus tetap berada di dalam rumah sampai aku masuk ke dalam mobil. Yah, walaupun sebenarnya itu hanyalah salah satu alasan agar mereka tidak melihatku menangis kencang di luar. Karena bagaimanapun juga, momen i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN