“Makasih ya, Om.” Lea tersenyum lebar sembari mengucapkan terima kasih, beruntung sekali ada si duda tampan dan rupawan ini, jadi Lea tidak sampai lama berada di pinggir jalan karena ban mobilnya yang harus di ganti. Sean dengan begitu cekatan mengganti ban tersebut. “Harus berapa kali saya bilang, jangan panggil saya Om karena saya nggak menikah dengan Tante kamu,” protes Sean yang mendengar kembali Lea memanggilnya dengan sebutan Om. Memangnya dia setua itu sampai memiliki keponakan yang umurnya sama seperti adiknya. “Terus manggil apa dong, kan emang udah Om-om.” Jujur Lea, kan memang benar yang di katakannya, Sean memang tidak muda kan, sudah Om-om. “Terserah.” “Berarti kalau gue panggil sayang, boleh?” tanya Lea tanpa merasa malu. Sean melotot menatap Lea, gadis di hadapan

