“Lo beneran suka sama duda itu Le?” Lea menoleh ke arah El yang duduk di sampingnya, mereka baru saja berkeliling taman kota, niatnya sih lari pagi, tetapi Lea malah banyak jajan di bandingkan dengan larinya. Memang sudah menjadi rutinitas keduanya kalau memiliki waktu luang lari di minggu pagi seperti hari ini. Lea yang sedang asyik dengan cilok yang tadi ia beli menoleh, lalu mengangguk menjawab pertanyaan yang keluar dari mulut El. “Emang kenapa?” “Nggak ada cowok lain apa, kenapa harus sama duda?” El kelihatan sekali tidak suka dengan kenyataan kalau Lea menyukai seorang duda. Bagi El, rasanya masih tidak menyangka saja kalau sahabatnya ini malah menyukai seorang duda dengan satu anak meskipun lelaki itu kakaknya Rashi, tetapi kan, tidak bisa kah Lea melihat lelaki lajang lain.

