pelakor

779 Kata
setelah turun dari kendaraan,Aira berjalan dengan riang.kepalanya menoleh kekanan dan kiri demi melihat bunga bunga yang di tanam tetangganya.Tidak biasanya Aira pulang siang.Biasanya dia baru sampai rumah paling cepet jam 16.30. Aira menyempatkan tersenyum,atau menyapa para tetangga yang sedang ada di depan rumah.ya,Aira sendiri adalah anak yang ramah,sopan terhadap orang yang lebih tua.Tapi suka konyol untuk teman teman sebayanya. Saat memasuki pintu rumah,Aira melihat ibunya sedang duduk di ruang tengah.Aira pikir ibunya sedang menikmati me time nya. "Assalamualaikum bu.." "Wa alaikumussalam.lekas kamu ganti baju dan makan Ra."tidak seperti biasa.kali ini ibu Aira terkesan buru buru.seperti ada hal yang ingin di bicarakan. Aira sudah mengganti baju seragamnya dengan baju rumahan.ia memakai tank top hitam berhiaskan motik motik berbentuk mawar.Dan celana di bawah lutut.Ia berani memakai tank top di siang hari,karna yakin Bapaknya sedang bekerja.sehingga hanya ada Aira dan ibunya.karna kakak kakaknya bekerja di luar kota.Ia mencepol rambutnya tinggi tinggi.biar tidak gerah katanya. "Sudah makan Ra?tumben pulang sore"Tanya ibunya pada Aira yang sudah selesai makan. "sudah bu.Tadi sabeum Widi ada rapat katanya.jadi Taek won do nya libur"Jawab Aira sambil duduk mendekati ibunya. "Ra,ibu mau tanya.tolong jawab yang jujur ya.."Ibunya berbicara dengan hati hati.nampak keseriusan dan kehati hatian dalam ucapannya. "kenapa bu..sepertinya serius banget.Dan kenapa ibu jadi murung begitu"Aira bertanya sambil menelisik kecemasan di wajah ibunya. "Ra,..kamu punya pacar nak?"ibu kembali menatap mata Aira.mencoba menelisik kejujuran. "Pacar apa sih bu..Aira ga tertarik untuk pacaran bu.."Aira masih belum meraba Arah pembicaraan ibunya.yang tiba tiba menanyakan masalah pacar" "Ra,..seandainya kamu punya pacarpun,..ibu mohon..Jangan kamu goda pria yang sudah beristri ya nduk." "maksudnya apa bu?kaya ngga ada lelaki lain aja.Ibu kenapa kok tiba tiba ngomong begitu?"Aira masih datar datar saja menimpali obrolan dengan ibunya.padahal ibunya sudah ngos ngosan menahan emosi sejak pagi tadi. "eh gerimis,sebentar bu.Aira angkat cucian di halaman"Aira menyahut jilbab lebar yang ada di kamarnya.lalu keluar rumah. "mba Aira,.."wanita setengah baya itu menyapa. "eh bulek..dari warung depan nggih? cari apa tho bulek?"Aira menjawab dengan balik bertanya. "mba Aira..kasihan deh budhe tadi.." wanita itu belum selesai,sudah di sela oleh Aira. "maaf ,maaf bulek.memang ibu kenapa?"Aira sudah khawatir. "denger dulu dong mba.."Ibu itu mencoba menenangkan kecemasan Aira. "Tadi pagi,menjelang siang.sekitar jam 10 an..Ada ibu ibu muda.ya..sekitar 23 tahunan sambil gendong bocah 1 tahunan.Tanya tanya ke warga sekitar.Nyari nyari Rumah mba Aira.Dia nangis nangis.katanya suaminya main gila.Dengan gadis yang namanya Aira."Bulek menjeda kalimatnya. "oh..jadi begitu ya bulek.Pantesan wajah ibu cemas.terus gimana bulek?"tanya Aira lagi. beberapa jam yang lalu seorang perempuan datang ke komplek perumahan Aira.Dia mencari gadis yang namanya Aira. "iya mba,saya ibunya Aira.ada apa ya..cari anak saya.anda temennya?"tanya ibu pagi tadi. "Bukan bu..saya bukan temennya.Dan saya juga ngga kenal dengan yang namanya Aira.Tapi saya mohon bu..tolong bilangin ke Aira.jangan ganggu rumah tangga saya.Anak saya masih kecil bu.sejak kenal dan pacaran dengan Aira,suami saya jarang pulang bu.Dia juga sering lalai menafkahi kami."ibu muda itu bicara sambil terisak isak. "kalau anda belum kenal dengan selingkuhan suaminya,bagaimana anda bisa tau kalau itu Aira?"suara ibu sudah bergetar. "Banyak yang bilang itu Aira bu.Tinggi badanya 155cm an.ya,..setinggi saya ini.tapi badannya lebih berisi.rambutnya sepanjang pinggul,kulitnya agak gelap"jelas wanita itu "sebentar sebentar..,kalau tingginya,Mba Aira memang setinggi anda.Dan rambutnya juga sepinggul.Tapi,mba Aira ini sejak SMA dia sudah berjilbab bu.kulitnya juga ngga gelap kok.Dia kuning langsat.Atau jangan jangan..Aira yang lain?sela bulek,yang dari tadi menyimak obrolan ibu dan wanita itu. "kalau pakai jilbab,emang di luaran ga bisa di buka.saya pernah kok lihat dari jauh.Rambutnya di kriting gantung.dan kulitnya memang sawo matang.jangan mentang mentang tetangganya.muji muji jadi kuning langsat" "lho..anda salah orang bu..sepertinya itu Aira yang lain.Saya kasih tau ya.Mba Aira ini siswa SMA 1 di pinggiran jogja.tingginya setinggi anda.Rambut hitam panjang lurus malah.ga ada tuh kriting merica atau kriting gantung.lihat kulit ibunya,warna kulit mba Aira lebih terang dari ibunya.Sudah budhe.ngga usah di pikirin.itu bukan Aira anak budhe"tutur bulek panjang lebar. "terus,..bagaimana ibu muda ini bisa nyasar kesini"ibu bertanya dengan lemas. "ya Alloh..saya ingat budhe.Itu Aira yang dimaksud itu Anak komplek sebelah.yang ibunya punya toko itu lho budhe.kan badanya berisi,rambut panjang seperti mba Aira.tapi dia kriting.kulitnya juga sawo mateng.cocok dengan ciri cirinya tadi.Dia kan sekolah di SMK yang deket pom bensin.dan ga pakai jilbab.panjang rok nya saja 5 jari di atas lutut."bulek menjelaskan dengan panjang lebar. "bisa jadi itu yang anda cari bu.Aira pemilik toko yang rumahnya sebrang jalan ini.coba di tegesin bener ngga nya.karna saya juga masih ngga yakin Aira anak saya sudah tertarik dengan yang begituan."ibu menyarankan dengan perasaan lega. "oh..jadi begitu ya bulek?Pantesan ibu tadi di dalem nasehatin Aira panjang lebar.makasih nggih.Alhamdulillah bulek tadi dampingi ibu.kalau ngga mesti ibu udah kalang kabut.mikir yang ngga ngga. Weh..ujannya ngeledek doang bulek.kita ngobrol ujannya jadi purik haha.." Aira sudah menemukan titik terang dari kegelisahan ibunya.ibu..ternyata bakat over thinking itu dari ibu ya.Aira memasuki rumah mencari ibunya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN