Memburu Foto

739 Kata
Para siswi sedang berjubel di sekeliling Sintia.Mereka sedang asyik memperhatikan sebuah benda yang sedang di otak atik. "wess...keren ya,harganya bisa mehong gitu ya?Tapi kalau lihat hasilnya emang ga ngecewaiin sih."terdengar suara Erina di kerumunan itu. "misi.. misi..pingin liat kedepan"Aira sudah membelah kerumunan para siswi dengan kedua tangannya. "oh,..kirain.Pagi pagi,ada yang bawa makanan enak.Ga taunya,Eh! mau fotoin aku Sin?"Tanya Aira pada Sintia. "ih sehati banget sih kita.kamu nauin aja yang ku pikirin."jawab Sintia dengan cengkok mendayu. "Ets,..tunggu dulu.emang ada tugas ya?kok kamu bawa bawa kamera segala"Sambung Aira lagi. "Sini deh!!"Para siswi yang mengerumuni Sintia pun mendekat. Dewi,Erina,Vega dan Aira tak sabar menunggu kalimat yang akan diucap Sintia. kompak mereka menjawab"Apa?" "Ooo...!!!karna itu..?kuy lah,kita poto poto dulu."Sambung Dewi. Aira tengah membujuk Harry untuk menoleh.Tapi Harry tetap tidak bergeming. "Ga mempan Sin.!!."keluh Aira. "sedikit di rayu coba."saran Sintia. "Beneran neeh...iklas?ga marah?"Aira memastikan jawaban pada Sintia. "iya..buruan.keburu guru dateng"Kekeh Sintia. "Harry say...yang...dari tadi di panggil kaga nengok nengok.salah bantal kamu.Atau mur di lehernya kurang satu?Aira mulai mengeluarkan jurus ngaconya. "Kenapa cin..dari tadi manggil manggil mulu.kangen ya?"Harry menimpali lebih ngaco lagi.Tapi tetap tidak menolehkan wajahnya.Dia dari tadi hanya menunduk.seakan akan,kalau dia mengangkat sedikit kepalanya,maka dia akan melihat selendrina. Aira melihat gelagat Sintia mulai berubah.Air mukanya seperti orang gemes dan kesel tapi di tahan. "Sin,kayanya Harry tau,kalau kamu bawa kamera buat fotoin dia deh.Makanya dari tadi dia ga nengok ke kita."Jelas Aira. "Coba kamu paksa Ra.Kamu tahan orangnya.Nanti alesannya biar aku.nanti buat seru seruan.kenang kenangan sebelum kenaikan."Sintia mencoba merubah strategi. Harry,...sinian dikit napa.Bujuk Aira sambil menarik narik baju lengan panjang Harry. sreet! Cekrek! Bertepatan dengan posisi tengan Harry yang merangkul mengambang di belakang bahu Aira. "kya..!!kok gitu sih...!!Aira memprotes Keisengan Harry. Sintia yang berniat memotret Harry berpose seorang diri.Nyatanya mendapati Foto mesra mereka berdua.ya!Foto Aira dan Harry. Aira mencopot salah satu sepatu di kakinya. Bet!! "Ga kena..."Ledek Harry pada Aira. "Nanti,kalau kamu lempar lagi sepatumu.Beneran Tak bawa pulang kamu Ra!Anggep aja aku pangeran yang udah nemuin sepatu Cinderella."Ancam Harry. "Balikin se pa tu a ku...."Rengek Aira. "Haha..haha.."paduan suara mentertawakan kelakuan Absurd Aira. "Sin,Foto yang tadi ga usah di cetak."Bujuk Aira. "Tapi dari tadi cekrek cekrek,aku baru dapet foto yang itu.kayanya itu lumayan jelas wajahnya."Jelas Sintia. "kamu kan masih bisa nyolong Fotonya di lain waktu"Bujuk Aira lagi. "Sintia!Nanti kalau Foto itu sudah di cetak,kasih ke aku ya.Aku ganti ongkos cetaknya"Suara Harry mengintrupsi obrolan Aira dan Sintia. "GA MAU!!"Sintia menjawab tegas. "ok lah!.nanti aku beli fotonya."Tawar Harry lagi. Dari pelajaran pertama sampai menjelang istirahat kedua,mood Sintia tak kunjung membaik.Dia masih kesel dengan masalah foto tadi. Tiba tiba terbesit sebuah ide di kepalanya. "Ra,aku masih kesel soal Foto yang tadi.Aku mau kamu bantuin aku buat dapetin fotonya Hilman ya.. Harry masih bisa nanti.Tapi Hilman juga harus di buru"Papar Aira. "aku ngga kenal Hilman Sin.."jelas Aira.Aira masih ragu kalau harus mengusahakan dan membantu suksesnya ide Sintia.Tapi dia juga ngerasa ga enak dengan gombalan Harry belakangan ini.Aira tau,Sintia ada rasa dengan Harry. Diantara ruangan kelas XII dan tangga menuju kelas Atas,Sintia berniat menghadang Hilman dengan posisi kamera yang sudah siap bidik.Reflek Hilman berbalik Arah menghindari bidikan Sintia.Air mukanya sempat terlihat kaget,Masih shock dengan hadangan Sintia ternyata tak jauh di belakangnya,Aira mencoba menghalau Hilman agar berbalik arah menyuju Sintia.Hilman tetap menerobos tahanan Aira.Reflek Aira menarik tangan Hilman agar tidak lari.Aira sempat shock juga.ketika tangannya di hempaskan oleh Hilman what??gue tadi narik paksa tangan hilman.!! Aira langsung menenangkan diri dan mencoba mencerna kejadian yang baru saja di Alami.Tak jauh dari Aira berdiri,ada Oktara yang berdiri mematung menatap Aira.Ya,tadi Hilman berjalan bersisihan dengan Oktara.mereka baru saja dari perpustakaan. Setelah cukup menguasai diri,Aira menghampiri Oktara.Dengan rasa malu dan kepala tertunduk dia mencoba memberi penjelasan. "kak...aku tadi ga bermaksud maksa Hilman.Tolong sampaikan Maafku,karna tadi udah lancang narik narik tangannya." Seperti suara tertahan dan tetap mencoba mengatur nafasnya,Oktara berkata"Aku ga nyangka Ra.kamu bisa seagresif ini.ingat Ra,kamu perempuan." "Beneran kak,..itu tadi ngga sengaja.itu reflek!aku cuma pingin bantuin temen aku buat dapetin Fotonya Hilman.Dia udah lama merhatiin Hilman.tapi dia ngerasa ga yakin bakal terbalas.akhirnya dia nekat minta foto."Aira masih mencoba membela diri. "Permintaan maafmu nanti akan aku sampaikan pada Hilman.Denger Ra,tidak semua permintaan tolong dari temanmu itu harus kamu iyakan.seenggaknya,kamu bisa mikir.itu pantes ga,buat di lakukan.kamu malu maluin dirimu sendiri.Aku kecewa sama kamu Ra"Oktara berlalu meninggalkan Aira. Diantara ruang kelas dan tangga itu,Aira masih tetap mematung seorang diri.sementara Sintia sudah kembali kekelas,setelah disoraki tadi. kenapa aku jadi bodoh gini.tadi semua orang yang lihat,taunya aku narik narik maksa Hilman.sementara,Hilman itu kan maskotnya kelas XI..errree....rrr Aira gemas sendiri dengan kecerobohannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN