Bangku bangku kelas telah diduduki oleh empunya.Tapi,pak Tio,guru geografi tidak bisa mengajar hari ini.Beliau sedang ada rapat dinas di kabupaten.Alhasil,para siswa hanya di tinggali tugas untuk mencatat.
Aira merasa seperti sekutu yang ditinggal sendiri saat berperang.Niat hati ingin membantu.nasib bandan menjadi korban.
Bagaimana tidak malu.kejadian Hilman tadi benar benar di tempat dan waktu yang salah.Di depan perpustakaan,antara ruang ruang kelas.Bisa di pastikan.Berapa banyak siswa yang nongkrong di sekitarnya.Berapa banyak pasang mata yang melihat keagresifan Aira.
Mereka tidak akan mencari tau,sebab apa Aira begitu.
"Percuma nyesel.biar kamu murung dan bersedih,semua orang tetap nyalahin kamu Ra"komentar Bagas.
Aira hanya diam.menarik nafas sebentar.sejenak melihat ke wajah Bagas.lalu menghempaskan nafas dari mulut pelan pelan.Dia sedang menahan gejolak di hatinya.sebenarnya perasaannya masih sangat kacau.lalu membuang arah pandangnnya ke lain tempat.
Dia tidak lagi menghiraukan Bagas
Aira menyadari kesalahannya.Kesalahan fatal Aira bukan karna memaksa Hilman.kesalahan terbesarnya adalah memiliki keberanian memaksa Hilman.Alam bawah sadarnya merasa,tidak akan tertolak.
Karna biasanya keinginan Aira selalu di turuti oleh kakak kakaknya yang lelaki.
Ya,Aira selama ini merasa santai dan ceplas ceplos berinteraksi dengan kawan kawan yang lelaki karna ia merasa berinteraksi dengan kakak kakaknya.
yuhuyy...
Tak terasa bel kepulangan telah berbunyi.Para siswa tengah bersiap untuk berdoa sebelum membubarkan diri.
"Raja,aku pinjam catatannya.Aku tadi ketinggalan."pinta Aira.
Raja meletakkan buku catatan di meja Aira."Besok balikin ya"
Aira masih termenung.Dia berdiri menghadap ruang kelas sebelah.ya,Aira sedang menunggu salah seorang dari mereka.Tiba tiba Fatih melintas di belakangnya.Jelas tertangkap di dalam bingkai jendela kaca itu.Terlihat Fatih melintas,tanpa sedikitpun memperhatikan Aira.
Entah mengapa, tiba tiba d**a Aira merasa sesak.Tak terasa,air matanya mengalir setelahnya.
apa dia tadi lihat aku sama Hilman ya.
Rasanya Aira tak suka di abaikan oleh Fatih.Dia berharap Fatih tidak melihat Insiden itu.Tapi sepertinya mustahil.karna insiden itu dekat dengan kelas dan tempat nongkrong Fatih.
Apa katanya,..menjaga diri untuk suami .Yang barusan di lorong itu apaan.Jelas jelas narik narik Hilman.
Fatih teringat pernyataan Aira lalu menyangkal pernyataan Aira dalam hati.