KARTINI

461 Kata
Para siswa di kelas Aira sedang mengadakan rapat.Dalam forum itu akan dibahas persiapan lomba antar kelas dalam menyambut hari,dimana tonggak awal emansipasi wanita di tancapkan.Hari lahir seorang wanita yang berwawasan luas dan mencintai pendidikan.ya hari Kartini. Dalam peringatan itu akan diadakan berbagi lomba,diantaranya:Lomba kebersihan kelas,lomba menghias tumpeng,lomba pidato dan lomba lomba seru lainnya. Ada satu lomba,yang paling banyak menyita perhatian warga Seantero sekolah. Pasangan serasi.ya!entah apa tujuan di adakan lomba tersebut.karna tidak seperti lomba memasak, kebersihan atau pidato yang jelas manfaatnya.Aira sungguh tidak bisa melihat manfaat dari lomba pasangab serasi itu. peraturan lomba itu,para peserta harus berdandan menggunakan kebaya dan sanggul.sementara peserta pria memakai beskep dan blankon.Mereka berlenggak lenggok di rute yang di tentukan. seru seruan!Ternyata itu tujuannya.Dan ternyata memang seru. Awalnya,para peserta rapat mencalonkan Yuanita dan Bagas sebagi peserta perwakilan dari kelas mereka.Tapi,Yuan dan Bagas tidak bersedia.Sehingga muncul nama Erina dan Raja sebagai kandidatnya. Erina Sudah berdandan dengan anggun dan ayu.berbalut jarik lurik yang pas,mlipit di pinggulnya dan korset yang dilapisi kebaya.Rambut di sanggul berhias centung di kanan kirinya,serta cunduk yang berkilau. Aira takjub melihat Erina bisa terlihat memukau. "Erina cantik banget..udah siap sah nih"goda Aira. "Horor kamu Ra.Yang ada,cewek kalau lihat cewek lain lebih cantik itu,dia ngerasa insecure. Bukan malah muji"protes Krisna. "Atas dasar apa coba,aku harus takut?"Aira bertanya pada krisna. "Kamu ga tau Ra?Erina kan sudah lama naksir Raja.Makanya dia mau mau aja di suruh ikut lomba ini"jelas Krisna lagi. "owh!!" "Ai!!sini deh.kita makan dulu"Hardhan sudah duduk sambil tangan kirinya memegang bungkusan mika berisi nasi dan tangan kanan memegang paha ayam. "sini cicipin.aku suapin ya"Tangan Hardhan sudah mengulurkan paha ayam di depan mulut Aira. Aira memalingkan wajahnya dan menutup mulutnya.Sedikit memundurkan badannya dan kembali menghadap Hardhan. "Dapet paha dari mana?Kita kita dapetnya ayam suwir semua lho?"Bagai seorang penyidik,Aira mengintrogasi Hardhan. "ngejarah di nasi tumpeng Ai.seru tadi rebutannya.makanya sini aku suapin.ini paha limited edition ,perjuangannya berat."tawa Hardhan disela kalimatnya. "Dhan,kamu doang yang selalu manggil Aira,Ai Ai."tiba tiba Vega sudah duduk disamping Aira yang berhadapan dengan Hardhan. "Aku manggil Ai,karna emang cinta.kenapa Ga?ngga boleh?"jelas Hardhan. "makan lagi say.."Hardhan mengingat kan Aira. "mabok paha Ayam kamu Dhan?Berguru dimana sih,gombalanmu ga ada abisnya tau.ga mempan!"jawab Aira sambil menyuapkan makanan ke mulutnya. "Ai!,lihat aku sebentar.jawab ya..tau artinya I love you?"tanya Hardhan "ngga"jawab Aira. "aku cinta padamu"timpal Vega. "sst,aku nanya Aira"ucap Hardhan. "berarti,inggris kamu jeblok Ai.Tapi kamu tau kan..arti kata Wo Ai Ni?"lanjut Hardhan.. "iya,iya,..artinya sama aja Dhan..buruan abisin makanya."Aira mengingatkan Hardhan.. "makanya,..aku seneng panggil kamu Ai,karna artinya apa coba?Cinta!Paham?"Hardhan berdiri sambil membereskan mika sisa makanannya. "pulang bareng ya Ai?"Hardhan sudah berdiri. "gombalanmu ga ada obat Dhan...,tapi tetep ga mempan.haha.. oya,aku masih punya ongkos wat naik angkot.jadi aku pulangnya bareng sopir aja.hush.. hush..buruan sana.mumpung Nindy belum pulang. Aira mengusir Hardhan. Dengan muka lesu,Hardhan pamit ke Aira."aku pulang ya say.." Aira dan Vega hanya tersenyum
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN