Melati Tanpa Wangi 25 Tak ada Amin bersama kami, Simon datang sendirian untuk menjemputku, pria itu yang mengendarai mobil. Sepanjang perjalanan ia diam membisu, mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, mengingatkanku akan pertama kalinya pria itu membawaku ke tempat ayahnya. Tak mau menginterupsi keseriusannya, aku pun memilih diam. Mungkin, sedang ada sesuatu yang gawat hingga ia datang menjemputku, memintaku kembali bekerja, mengingat terakhir kali sebelum aku pamitan, sang ayah keberatan dengan kepergianku. Tak seperti dugaanku, kupikir Simon akan membawaku kepada ayahnya seperti sebelumnya, ternyata ia pergi ke rumahnya sendiri yang telah dua minggu lamanya kutinggalkan. Mbok Nah menyongsong kedatangan kami, perempuan tua itu menatap cemas. Simon tak berkata apa

