Melati Tanpa Wangi 26 Rintik gerimis yang sudah turun sejak sore, telah berubah lebat kala aku keluar dari ruang abu-abu, membawa pergi makan malam Simon yang tak disentuhnya sama sekali. Menjelang pukul 9 suaranya terdengar kian deras disertai desauan angin. Mbok Nah sudah pamitan terlebih dahulu sembari mengeluh sakit punggung, kulihat kelelahan membayang dalam raut wajah tuanya, aku tak tega dan membiarkannya masuk ke dalam kamar untuk istirahat, sementara pekerjaan yang tinggal sedikit kuselesaikan sendiri. Membereskan dapur, mulai membersihkan sisa-sisa masak makan malam dan mengecek seluruh isi kulkas, memastikan ketersediaan bahan makanan untuk memasak menu besok. Sebelum jam kerja selesai, aku dan Mbok Nah secara bergantian pasti akan menyiapkan bahan-bahan untuk masak besok,

