27

1345 Kata

Melati Tanpa Wangi 27 Lemah, kakiku bak jelly, terasa goyah setiap kali aku berusaha berdiri, nyaris tak kuat menopang berat tubuhku. Pandanganku berputar, di sekeliling terasa dipenuhi bintang-bintang. Entah jam berapa, aku tak dapat memastikan. Gorden kamar yang tertutup rapat menghalangi pandanganku akan suasana di luar. Mungkin sudah siang hingga Mbok Nah datang untuk membangunkan. Tenggorokanku kelu dan kering. Intens ketukan pintu disertai cemas suara Mbok Nah memanggil-manggil namaku tak mampu kubalas. “Neng, di dalam baik-baik sajakah? Tumben sekali jam segini belum keluar kamar?” Aku memejamkan mata, segera berpegangan pada dinding kala merasakan pandanganku berputar. Berjalan merambat pada dinding, aku berhasil membuka pintu kamar. Pekik istighfar Mbok Nah seketika menyambu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN