Melati Tanpa Wangi 29 Bukan tak bisa, melainkan lebih kepada tak mau. Sudah lewat tengah malam, aku masih terjaga, menolak menutup mata walau rasa lelah luar biasa menyerang tubuhku. Aku tak ingin ada seseorang diam-diam sudah masuk ke dalam kamarku sebagaimana yang telah berlalu. Otakku yang waspada dipenuhi kecurigaan mendadak berpikir buruk, jangan-jangan kecemasanku pada awal-awal bekerja sesungguhnya benar adanya? Jendela kamar yang selalu kudapati terbuka keesokan harinya dan sisa aroma segar yang belakangan membuatku jijik dan muak, seringkali tertinggal memenuhi ruang kamarku. Sejak awal aku sudah merasa seperti ada orang lain yang masuk ke dalam kamarku, baru sekarang terasa masuk akal. Mendadak kurasakan bulu romaku meremang. Mungkinkah Simon memang sudah sering keluar mas

