30

1348 Kata

Melati Tanpa Wangi 30 Harga diriku sebagai seorang perempuan yang mati-matian menjaga kehormatan, keras menolak. Aku tak lagi peduli akan pekerjaan. Persetan dengan kontrak dan denda besar, aku sudah tidak tahan lagi. Jam dinding sudah menunjukkan angka pukul satu lewat, aku bangkit dari tempat tidur j*****m dengan berurai air mata, kubawa langkahku menaiki jendela yang masih terbuka. Kali ini bukan mimpi, melainkan nyata, aku sungguh-sungguh akan kabur meninggalkan sarang iblis ini. Dua kali secara berturut-turut ia menjamahku, tak ada jaminan ia akan melakukannya lagi kalau aku masih bertahan di sini. Harga diriku tidak membiarkannya. Kuhapus air mata, aku segera naik ke jendela, lantas melompat turun. Air mataku mengalir deras di keremangan taman belakang yang membentang luas. Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN