Melati Tanpa Wangi 32 Warung Teh Esih merupakan saingan terberat warung makan di area kontrakan, salah satu yang membuat warungku dulu gulung tikar. Letaknya sangat strategis, di tengah-tengah dan diapit jalanan sehingga orang-orang lebih senang membeli sarapan di sana dibanding di warung lain. Tak pernah libur, warung Teh Esih buka setiap hari dan selalu ramai pembeli. Pagi-pagi sekali aku sengaja keluar untuk mencari sarapan, tapi di sana sudah banyak pembeli yang mengantre. Bukan tanpa alasan aku keluar sepagi ini, aku sedang menghindari bertemu dengan tetangga. Entahlah, aib yang menimpaku seperti mengikis kepercayaan diriku, aku merasa rendah dan hina, sehingga sekedar bertemu orang-orang di sekitarku pun rasanya malu. Muncul perasaan rendah diri setiap kali berpapasan dengan pe

