Nakula menjawab dengan raut muka mengejek.
"Salah sendiri punya abang yang hebat dan baik hati malah dicuekin".
"Ehhh..kamu kok gitu yang,mau cerita gak.?!!"sambil menggelitik perut Nakula.
"Yang....udah nanti nabrak lhoo.."
"Makanya ceritain tentang kak Rama.?"
pintaku merengek
"Maksa.."
"Kalau gitu aku marah sama kamu,jangan temuin aku selama 1 Minggu..!"
"Jangan donk,sejam gak ngelihat kamu napas aku rasanya sesak apalagi 1 Minggu bisa mati donk aku."
"Makanya ceritain...?"pintaku manja
"Ya,...dengerin."
Silva hanya mengangguk sambil tersenyum manis menatap ke kasihnya.
"Waktu itu aku sedang dalam keadaan yang terpuruk kakak laki-lakiku satu-satunya meninggal saat menolongku. Bang Rama datang menyemangatiku dan memberikan inspirasi padaku, dari sanalah aku mengenal dan mengagumi sosok Bang Rama.Dia juga bercerita kalau dia waktu itu sedang ada masalah. Ayahnya sedang ditipu oleh rekan bisnisnya, hingga semua aset yang dimiliki ayahmu di minta paksa sama rekannya itu.
lalu aku memperkenalkan Bang Rama kepada Om Tomi.Bos mafia yang terkenal suka membantu orang-orang yang tertindas.
Setelah Bang Rama menceritakan apa yang terjadi pada keluarganya dia diajak bekerja sama dengannya.Karena dia tak mau adik yang dia sayangi tinggal di rumah kontrakan dan tak ingin adiknya tau dia bekerja sama dengan Mafia,yang kerjanya kasar,dunianya penuh dengan perkelahian.Dia menitipkan adiknya pada kakak perempuannya yang memang tinggal di luar kota pada waktu itu.Sedangkan Bang Rama tinggal bersama kedua orang tuanya dan seorang kakak perempuannya di sebuah kontrakan yang sempit.
Bang Rama adalah orang yang sangat pekerja keras,gigih dan berani melawan siapa saja.Dia memutuskan untuk berhenti kuliah.Demi menjalankan perintah yang diberikan Om Romi. Sering aku lihat dia dalam keadaan babak belur.
Setelah dua tahun berlalu,terungkaplah siapa orang yang telah menipu ayahmu.
Segera Bang Rama di bantu Om Romi dan anak buahnya mengejar orang itu.Hingga aset yang di miliki keluargamu di kembalikan terutama rumah yang kalian tempati saat ini.Kaka perempuanmu juga pernah di jadikan Kupu-kupu m####m,sama pacarnya.Sebelum kakakmu melakukan hal yang tak diinginkan Bang Rama kebetulan ada di di di#####ik tempat yang sama dengan kakak perempuanmu membuat janji sama laki-laki hidung b######.Untung di situ ada bang Sandi dan Robi,kalau tidak Bang Rama sudah menghabisi pacar kakaknya.Beberapa bulan kemudian setelah Bang Rama mendapatkan Haknya.Om Tomi mempercayakan kedudukannya pada Bang Rama.Sampai sekarang bang Rama menempati kedudukan itu.Dia mempunyai tanggung jawab yang besar juga berbahaya,karena banyak yang ingin menjatuhkannya.Ny### taruhannya,tapi Bang Rama itu orang cerdik tak mudah orang menjatuhkannya.Lagian rekannya banyak dia sangat disegani.
Bang Rama,dia sangat menyanyai keluarganya.Terutama adik perempuan satu-satunya.Dia tak ingin adiknya ikut merasakan penderitaan yang dialaminya.Dia ingin adiknya selalu tersenyum.Namun sayang adiknya tak peduli padanya,padahal dia sudah mengorbankan d#####,air mata dan juga kesenangan pribadinya.Demi untuk melihat keluarga nya bahagia."melirik Silva yang sedari tadi hanya terdiam.
"Sebesar itukah perjuangan Kak Rama..,pantas saja Ayah,ibu dan yang lainnya selalu mendukung keputusanya."
kata Silva sambil mengusap air matanya.Dia terharu mengetahui rahasia kakak nya.
"Sayang,Masih Adakah Maaf untukku.Apakah kak Rama akan memaafkanku.?"
"Dia selalu memaafkan adiknya,sekalipun adiknya menusukkan jarum dihatinya."sindir Nakula pada Silva
"Ihhh...kamu ini suka ya lihat pacarnya sedih..!!"Silva mencubit hidung Nakula.
"Aduh .....sakit ....!!!aku janji yang ...gak akan buat kamu sedih."
"Gombal.."
"Gak percaya,suatu saat nanti aku akan buktiin...ke kamu."
"Awas kalau bohong,kamu janji sama adiknya Bos Mafia lhoo...?"
"kamu gak sadarnya kalau pacar kamu ini bagian dari anggota Mafia itu."ejek Nakula sambil mengelus rambut Silva
"Yang,.,kamu mau kan maafin bang Rama.?"sambungnya
"Ya...Andai aku tau semua dari awal,aku gak akan benci kak Rama."
Sibuk mereka berbincang gak sadar ternyata mereka sudah sampai di parkiran rumah sakit.
"Sayang...makasih ya.!!"Silva mencium pipi Nakula dan langsung lari meninggalkan Nakula.Nakula tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu,karena gak biasanya Silva memberi ciuman padanya.Walau mereka sudah pacaran 1 bulan baru kali ini Nakula dapat ciuman dari Silva.
Nakula keluar mengikuti Silva.
"Yang.. sering-sering ya..?!Yang kayak di mobil aku suka.."goda Nakula pada Silva
"Maunya....!"
Sesampainya di ruangan tempat dirawat nya Rama,Silva melihat kakaknya terbaring dengan perban di kaki,inpus di tangan kirinya.Wajahnya masih sedikit pucat,lari Memeluk erat tubuh Rama.
"Kak..Maafin Silva ya..?"menangis dalam pelukan Rama.
"selama ini Silva kira kakak itu benci sama Silva ternyata,Silva sudah salah Kak ,maafin Silva ya Kak.!"
"Aduh...gak bisa napas nich dek."ucap Rama"Jangan nangis dek,kalau kamu nangis kakak tambah sakit nich."
"Kak Rama kenapa,?dari awal gak bilang ke Silva,tentang apa yang terjadi dengan keluarga kita,kita kan bisa hadapi sama-sama.Kakak gak adil,janji ya mulai sekarang jangan nyembunyiin papa ke Silva atau Silva gak akan ngomong sama kakak.Mulai sekarang Silva akan selalu da di samping kakak."
Rama mendengar perkataan Silva menoleh tajam ke arah Nakula,sadar akan lirikan Rama Nakula celingukan sambil garuk-garuk kepala padahal kepalanya gak gatal.
"Bakal ada lagi Penasehat dihidupku."goda Rama,membuat semua orang yang ada di ruangan tertawa."
"Sepertinya da detektif baru bang,sepertinya Silva juga mulai jatuh Cinta pada Abang,soalnya dari tadi dia nanya tentang Abang terus."sambung Rama
"Punya pacar satu suka ngadu,seneng ya kalau aku di pojokin.!Sebenarnya adiknya kak Rama itu sapa aku atau Nakula.?"kata Silva.
"Tu..kan ngambek!?"goda Nakula
"Udah kalian ini berisik,biarkan Rama Istirahat."sambung Ibu Dita.
Semua tersenyum.
"Tante pasti capek,lebih baik Tante pulang aja Istirahat.Biar kita yang jagain Bang Rama."pinta Nakula
"Ya..bener kata Nakula Bu,Bu istirahat aja di rumah."tambah Rama
Ibu Dita lalu bersiap untuk pulang
"Jaga diri kalian Ya,Silva dan Nakula jangan bikin ribut ya..?"
Ibu Dita meninggalkan rumah sakit.Sedangkan Silva sibuk dengan pertanyaan nya mengenai masa lalu kakaknya.
Sedang asyik mereka bercerita tiba-tiba ada seorang perempuan,masuk langsung menuju Rama.
"Gimana keadaan kamu mas, kok bisa kayak gini sih.?"tanya perempuan yang baru datang
"Kamu nggak usah cemas aku nggak apa-apa, ini cuma luka biasa aja.!"jawab Rama meyakinkan keadaannya
"Silva kenalin ini Rara pacar kakak.Rara ini Silva adikku."sambungnya
"Hai...Silva..!"sapa Rara sok akrab,Silva membalas sapaan Rara dengan senyuman.
Silva lalu mendekati Nakula yang dari tadi duduk di sofa.
"Yang...sejak kapan kak Rama punya pacar?"
"Mereka jadian 10 hari yang lalu.Kenapa.?"
"Aku rasa Rara itu bukan perempuan yang baik.Aku lihat dari penampilan nya, sepertinya dia hanya ingin memanfaatkan Kak Rama.?"
"Biarkan Kak Rama mengetahuinya sendiri."
"Maksud kamu.?!"
"Udah biarkan bang Rama membuka hatinya,biarkan Kak Rama bahagia dengan Rara."
"Sepertinya ada yang kamu rahasiakan, apa sih..?!"
"Dulu Kak Rama pernah dikhianati sama kekasihnya.Beberapa bulan dia mengurung diri dan melakukan hal yang yang diluar kendali Nya maka dari itu biarkan Kak Rama menikmati kebahagiaannya bersama Rara.Setelah sekian Lama baru kali ini Bang Rama membuka hati untuk perempuan."
"Yang ...kamu tau semua tentang kakak,sebenernya adiknya itu siapa sich..?"tanya Silva Iri.
Sibuk Silva dan Nakula berdebat, mereka dikejutkan dengan suara handphone Rara yaang berdering.
"Maaf ya Mas Ibu lagi nelpon,aku permisi dulu ya mas."ijin Rara pada Rama.
Rama mengangguk.Rara keluar Ruangan mengangkat telepon
"Hallo...Mas Doni,ada pa.?aku sedang di rumah sakit Rama di rawat."kata Rara dalam telepon.
Silva yang gak sengaja mendengar langsung bergumam"Tadi katanya ibunya yang nelpon,emang ibunya Rara namanya Mas Doni ya..?"
Setelah menerima telpon Rara minta ijin untuk kembali pulang karena ibunya sedang gak enak badan.