Cemburu

315 Kata
Aku,Ara dan Vio masih berdiri menyaksikan kak Rama yang di ajak Selfi .Dari arah samping datanglah Nakula,Devan Romi dan 3 teman lainnya. "Hai...hai...?!"teriak Devan"Kalian mengganggu saja.!Biarkan kak Rama menyelesaikan pekerjaan nya.Minggir kalian.!" Namun tak ada yang menghiraukan teriakan Devan. "Bang...ada yang bisa gue bantu.?'Kata nakula mendekati Rama "Alihkan perhatian mereka,jam 9 aku harus meeting."pinta Rama "Beres bang...!" Lantas Nakula yang tak kalah populer dari Rama dengan sekejap membuat perhatian para Wanita itu beralih padanya.Hingga kak Rama bisa pergi melanjutkan perjalanan menuju tempat dia meeting. Kini mereka beralih mengerumuni Nakula ,entah kenapa aku Cemburu melihat itu semua.Aku putuskan untuk pergi meninggalkan mereka.Karena materi segera akan diberikan oleh dosen. Usai pulang kuliah aku tak menemui Nakula di kampus,bahkan dia tak memberi kabar padaku.Rasa cemas campur cemburu kini mengitari kepalaku. "Dasar laki-laki,kalau sudah jadi populer pacarnya pun pasti diabaikan.Jangan-jangan nakul punya pacar baru,?Ah...gak mungkin dia kan cuma cinta sama aku,tapi diluar sana kan banyak gadis yang lebih cantik dari aku.Bisa sajakan dia tergoda.Eh..kenapa denganku,apa aku cemburu..?Gak deh.aku cuma khawatir aja sama dia.Itukan sama aja dengan cemburu..Ihhh..?!"Silva bicara sendiri di ruang keluarga sambil mengacak-acak rambutnya yang panjang sebahu. "Kenapa non,lagi ada masalah ya sama mas Nakul..?"tanya Mbok Sumi pembantu sekaligus baby sister waktu Silva kecil dulu. "Mbok Sumi,gak kok cuma jengkel aja sama nakul.?" "Jengkel atau Cemburu non.?Cemburupun itu wajar namanya juga cinta!"goda mbok Sumi "Ngapain cemburin Nakul..?" "mas Nakul itu orang baik,ganteng,perhatian dan juga mandiri.Wajar non kalau banyak gadis tertarik padanya,apalagi emak-emak jaman sekarang pastinya berebut untuk menjadikannya menantu.!Saran mbok jangan suka marahin dia non,nanti nyesel lagi."tambah mbok Sumi mengingatkan "Ya ..mbok,Ibu belum pulang mbok.?"tanyaku mengalihkan pembicaraan. "Belum .!nyonya tadi pesan kalau nyonya pulang malam,karena mau menghadiri acara pernikahan anak temannya bersama tuan." "ehmmm..." "Non Silva mau makan apa biar mbok siapkan.?" "Aku belum lapar mbok,mbok istirahat saja." "Ya...sudah kalau gitu,mbok permisi." "eemm..." Mbok Sumi kembali lagi ke ruang belakang.Benar juga apa yang dikatakan mbok Sumi tentang Nakula.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN