Permintaan maaf

539 Kata
pagi ini mentari bersinar cerah,hingga sinarnya menerangi kamar Silva.Pagi ini dia malas-malasan di kamar,karena tak ada materi di kampus.Sedang lelap dia tidur di balik selimut. Handphone nya dari tadi berdering,namun dia tak menghiraukannya.Namun semakin sering handphone nya berdering Silva pun menganbil benda pipih itu terlihat ada 20 panggilan tak terjawab.Lalu dia melirik ke arah jam yang ada di dinding kamarnya jarum jam itu menunjukkan ke angka 9.Ketika di hendak mau turun dari ranjangnya dan ingin mandi.Dia di kejutkan dengan di sekelilingnya banyak bunga mawar putih,Warna kesukaannya. "Bu..."Silva memangil ibunya. Namun yang datang bukan ibu Dita melainkan Nakula.Silva menoleh ke arah pintu yang terdapat Nakula berdiri sambil membawa serangkai bunga mawar. "Ngapain kamu...?!!"tanyanya jutek,karena dia masih marah atas kejadian kemarin "Mau minta maaf..."jawab Nakula datar "Udah nggak sibuk sama gadis di luar sana,sampai aku di cuekin.Terus sekarang kesini minta maaf gitu..Apa gadis di luar sana kurang menarik hati kamu.!" "Ya...hati aku kan sudah tertariknya sama kamu Yang,.."senyum manisnya terpancar sambil menggoda Silva "Gombal...!!" Nakula melangkah mendekati Silva yang masih duduk di atas tempat tidur. "Ngapain masuk...udah sana urusin tu cewek-cewek di luar ....!!" "Heheheh...aku senang banget pagi ini di cumburiin sama orang yang aku cintai."Nakula duduk di sebelah Silva Silva menggeser posisinya menjauh dari Nakula. "Siapa juga yang Cemburu,Pede banget...?!!" "Udah donk marahnya entar cepet keriput Cantiknya hilang.Maaf sayang kemarin gak ngasih kabar ke kamu..Aku tu kemarin sibuk,Sampai malam aku baru pulang.Aku juga lupa ngekek handphone aku,sampai habis baterai nya..Maaf ya ..??!"ucap Nakula sambil menyodorkan serangkai bunga pada Silva. Silva hanya diam sambil manyun dan melipat tangannya. "Gak mau maafin nich...Ya udah aku pergi ya..dan lebih baik bunga ini di buang aja..!"Nakula berdiri hendak meninggalkan Silva "Tunggu...siapa yang ngijinin kamu pergi.!"Cegah Silva lalu Nakula duduk kembali "Habisnya daripada aku dicuekin terus lebih baik kan pergi nemenin tante-tante.." "Belum juga di maafin udah genit sama tante-tante..Lagian berani banget ya kamu masuk kamar seorang gadis emang gak takut sama kakak aku hah...?!" "Makanya cepet di maafin, kalau udah ada ijin dari Bang Rama kenapa harus takut,lagian aku masuk ke kamar calon istri aku kan..?!" "Emang aku mau jadi istri kamu...??" "Kalau gak mau ya aku paksa,aku kan udah terlanjur Cinta..,Udah jalan yuk...?" "Aku kan lagi marah..?!" "Belum selesai juga cemburunya,apa mau di kiss dulu biar gak marah lagi.Mumpung kita berdua di kamar lagi.."bisik Nakula sambil memanyunkan bibirnya. Silva lalu melempar bantal ke arah wajah Nakula. "Sakit yang...!!" "Makanya jangan macam-macam,.!!" "Kan cuma minta kiss,gak boleh...?" "Gak ..!" "Punya pacar satu pelit banget..?!" "Udah keluar sana aku mau mandi.." "Ya malah di usir,kasih kiss dikit dong ...?"rengek Nakula Silva mendekati Nakula,Nakula langsung salah tingkah.Namun bukan ciuman yang dia dapat tapi cubitan di hidung yang dia dapatkan. "Aduhh....sakit..!!"teriak Nakula kesakitan"Tega banget kamu yang..?"rengeknya sambil mengelus hidungnya. Silva tertawa melihat tingkah kekasihnya itu. "Udah keluar sana aku mau mandi.."Silva menarik tangan Nakula dan mendorong punggungnya agar lelaki tampan itu keluar dari kamarnya. "Jadi aku dah di maafin nich...?" "Kita lihat aja nanti.."sahut Silva lalu menutup pintu kamarnya. Beberapa menit kemudian Silva datang menemui Nakula yang sedang ngobrol bersama Ibu Dita di ruang tengah.Mereka terlihat akrab,selayaknya anak dan ibu.Memang Nakula anak yang Sopan maka dari itu keluarga Silva menerimanya dengan senang. Setelah berpamitan Silva dan Nakula pergi ke Restoran favorit mereka.Sejak saat itu mereka semakin dekat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN