SILVA POV
Hari ini aku masuk kuliah pagi,begitu juga dengan kak Rama dia menepati janjinya semalam.Ketika aku menuju meja makan setelah selesai merapikan penampilanku.Ternyata kak Rama sudah sarapan dan bersiap untuk kerja dengan memakai kemeja putih dengan celana jeans warna hitam.Menawan sekali kakakku ini,terpancar aura positif dari wajahnya.Menambah siapa saja yang memandangnya tak kan bosan.
"Pagi kak,Bu..yah...!"
"Hemmm..."sahut ayahku dan kak Rama bersamaan
"Ini sarapanku...!"
"Makasih Bu..kak hari ini jadikan anterin Silva.?"ku pasang raut wajah manja
"Lho...kantor Rama sama kampus kamu kan beda jalur,Sil..?!"ucap ayah
"Hari ini ada survei tempat baru yah,aku akan buka cabang lagi."sahut Rama
"Ayah bangga sam kamu Ram,semoga cabang yang baru sukses seperti cabang yang lainnya.!"
"Makasih dukungannya yah..."
"Jangan lupa sebelum melakukan kegiatan berdoa dulu."kata ibu mengingatkan
"Pasti Bu.."
Selesai mereka berbincang Rama mengajak Silva berangkat.Tak lupa mereka berpamitan kepada Orangtuanya.
Sepanjang perjalanan Silva bercerita tentang banyak hal,sampai tak terasa mobil sudah berhenti di depan kampus.
Waktu aku mau membuka pintu mobil kak Rama mencegah ku.
"Tunggu dek...!"serunya
"Da pa kak..."
Rama hanya tersenyum,lalu keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Silva.
"Silahkan adikku yang Manja.!"
"Ihhh...kakak akukan jadi malu..!'
"Kenap harus malu.."
Tiba-tiba ada yang mendekati kami,ketik aku keluar dari mobil ternyata Ara dan Vio.
"Siapa dia Sil,pacar baru ganteng keren lagi..?'Mereka berbisik padaku.
"Jangan genit dia kakakku.!"
"Apa...!!"mereka berteriak keras bersamaan sampai banyak orang menoleh pada kami.
Kucubit lengan mereka berdua.
"Hai..kalian teman Silva ya..?"sapa kak Rama
"Ya ..mas ganteng.Kenalin aku Vio."menyodorkan tangannya sambil senyum genit
Belum sempat kak Rama menerima tangan Vio dari belakang ada beberapa wanita mendekati kami.
"Mas. ...Rama..!"teriak beberapa wanita
"Asli nya ganteng banget ya..?"
"Mas foto bareng yukk...?!"ajak mereka dan mengabaikan kami bertiga,aku hanya menepuk jidat melihat para wanita itu mengidolakan Kak Rama.
Aku baru ingat beberapa Minggu lalu kak Rama di undang di beberapa acara televisi untuk menceritakan tentang kesuksesannya.Namun dia tetap merahasiakan kalau dia bos Mafia.
Tak heran kalau banyk wanita terpesona dengan kakakku,memang dia berkarisma sukses diberbagai bisnis.