Restu sedang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Ia belum terlihat siuman, tapi setidaknya masa kritisnya sudah berlalu. Begitulah kata dokter. Ratih dan Rafael duduk berdua dalam diam, di sofa sudut ruang VIP. “Jadi apa yang tidak Rafael ketahui, Bu?” tanya Rafael datar namun sedikit dingin. Ratih terdiam sejenak, tidak segera menjawab. Ditatapnya wajah tampan Rafael yang kini bermuram durja itu. “Apa yang ingin kamu tahu?” tanya Ratih memulai. “Terserah Ibu, harus memulainya darimana...” “Apa kamu mempertanyakan golongan darah kamu yang berbeda dengan Ayah?” Rafael terdiam. Dan beberapa detik kemudian, “Ya!” jawabnya penasaran dan sedih. Ratih terlihat menghela napas panjang, terdengar berat, seolah bingung harus memulai dari mana. “Sampai saat ini, tak ada yang tahu b

