THE REAL SUFFERING

2265 Kata

“Sebaiknya kamu segera berkemas, Raf. Ayahmu sudah mempersiapkan semuanya!” Ibu Rafael mengingatkan ketika Rafael masih saja santai, padahal tiga hari lagi dia harus terbang ke Hongkong untuk mewakili ayahnya menghandle bisnis yang bekerjasama dengan salah satu pengusaha Hongkong. “Masih beberapa hari lagi, Bu.” Rafael menjawab malas karena seiyanya dia enggan untuk berangkat. Dengan langkah malas, dia beranjak ke kamarnya dan menghempaskan dirinya diatas ranjang kamarnya yang bernuansa hitam putih itu. Kedua tangannya disatukan untuk menyangga kepalanya. Tatapannya menerawang. Entahlah, perasaannya sangat tidak nyaman. Bukan karena dia kurang memahami bisnis Ayahnya, tapi karena dia enggan meninggalkan Sinta. Mengingat peristiwa beberapa waktu yang lalu itu, Rafael tersenyum kecil kar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN