Ruangan itu kini telah menjadi sangat panas karena pergumulan dua orang yang telah digulung nafsu itu. Tak hanya sekali dua kali, tapi bahkan nyaris sepanjang saat jeritan perempuan itu terdengar keras. Menandakan kenikmatan yang bahkan tak ingin mereka akhiri. “Please Sir, do not be too rough!” perempuan itu mengungkapkan rasa tidak nyamannya dengan tingkah kasar dan liar Rafael. “Shut up. I pay you not to talk, but to serve me!” Rafael hanya menjawab di sela dengus nafasnya yang memburu. “But, Sir... you hurt me!” perempuan itu meringis diantara hentakan Rafael yang semakin menggila. Tapi lelaki itu, yang bahkan tanpa obat perangsang saja dia akan sanggup bercinta semalaman, ini lagi karena obat perangsang, sama sekali tak mempedulikan permintaan perempuan itu. Dia telah membayar

