Zane tetap siaga bahkan dalam tidurnya. Sebelum berbaring, dia mendekatkan meja kecilnya ke garis solatip hitam. Dia kemudian mencari botol minuman. Paranoid ini sudah terlalu menyebalkan. Zane berharap Rena sudah puas untuk setidaknya satu malam setelah debat mereka tadi. Zane tertidur pulas tanpa disadari. Menjelang fajar sejak ia membuka mata, ia memastikan apa masih ada sensasi aneh dan lembab itu di bagian bawah tubuhnya. Ternyata tidak terlalu dingin seperti malam sebelumnya. Akhirnya, setelah beberapa minggu, dia terbangun dengan kondisi normalnya, yang entah kenapa sulit untuk mencapainya. Ia menoleh ke seberang garis. Rena sudah bangun. Bukan untuk belajar, gadis itu duduk di depan laptopnya dan berkonsentrasi pada beberapa berkas yang terlihat di layarnya. Wajahnya terlihat san

