Sarapan

1448 Kata

Setelah Theo pergi, Ara kemudian menatap tajam ke arah Yudis yang masih duduk di atas tempat tidur. “Mas, sekarang jelasin kenapa Mas bisa tidur di sini?” tanya Ara dengan wajah yang kesal. “Kenapa, toh ini kan kamarku,” jawab Yudis cuek. Lalu turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. Ara jadi geregetan dengan sikap Yudis seperti itu. Kenapa Mas Yudis bisa sesantai itu. Padahal dia sudah melanggar batas yang sudah disepakati bersama. Yaitu, pembatasan kontak fisik. “Tunggu dulu, apa yang udah dia lakuin sama gue semalam. Jangan-jangan gue udah dipegang-pegang sama dia, terus gue tidak sadar,” ucap Ara terlihat frustasi. “Tidaaaaaaaaaak!” teriak Ara sambil menjambak rambutnya sendiri. “Mas Yudis sialan itu!” umpat Ara kemudian mengedor-ngedor pintu kamar mandi dengan keras. Dia i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN