Arabellla melepas kebayanya sendiri sambil terus memikirkan siapa orang yang sedang menemui Yudis di balkon. Dan kenapa Theo melarangnya untuk melihatnya meski hanya sekedar mengintip. ‘Apa mungkin dia bertemu dengan kekasihnya,’ batin Ara. Seingatnya dulu, ketika dia menandatangani kontraknya dengan Yudis, dia mendengar kalau Yudis sebenarnya mempunyai pacar. “Sssh, ternyata dia orangnya tidak sabaran. Haruskah dia bertemu diam-diam di hari pernikahannya,” gumam Arabella melepas satu persatu kancing kebayanya. Hatinya kesal kalau memang benar kalau Yudis menemui kekasihnya di tempat ini. Seharusnya dia bisa bermain cantik. Bagaimana kalau nanti dia kepergok kakeknya. “Ah itu bukan urusanku juga. Yang penting sekarang aku harus memikirkan diriku sendiri. Bagaimana caranya aku bisa mele

