“Tidak ada waktu untuk menjelaskan! Lebih baik, kau cepat pergi dari sini. Sebelum Lea kembali!” Ellias memasang wajah bodoh. Mulut sedikit terbuka. Dengan kernyitan di dahi. “CEPAT!” Ellias melangkah mundur. Lalu, berbalik badan. Dan, berlari. Kembali ke rumahnya. Mengemasi barangnya. Menggendong ranselnya di punggung. Tak lupa, ia membawa kunci mobil. Senyap keadaan di sekitar. Derikan ngengat gunung tiba-tiba saja terdengar mengerikan. Ellias terus berlari tanpa melihat ke belakang. Lebih takut lagi, jika pembu*nuh itu terlihat di belakangnya. Segera menekan tombol di kunci, begitu ia melihat mobilnya. Menarik handle pintu belakang. Melemparkan tasnya ke dalam. Lalu, menutup kembali pintu. Dan, membuka pintu kemudi. Segera masuk. Menyalakan mesin, yang tak kunjung berderum. “Ayolah

