Gaun Pengantin

1369 Kata
Ulfa pun keluar dari kamar mandi dan langsung disambut boleh para asisten dari designer tersebut, mereka semua bergerak cepat memakaikan baju pengantinnya, setelah baju pengantin tersebut sudah terpasang di badan Ulfa sang perancang baju pun mulai bergerak dengan telaten memeriksa sudut mana yang kurang pas. Baju pengantin berwarna putih bertema mermaid gown yang memperlihatkan lekuk tubuh indah Ulfa Kirana, gaun tersebut bermandikan mutiara dan Swarovski yang dipayet begitu indah sehingga membuat gaun tersebut tampak berkilau. Setelah bajunya sudah dianggap pas maka tim lainnya mulai memasangkan hijab pada Ulfa Kirana, Ulfa Kirana meminta agar model hijabnya sederhana saja. Setelah hijab terpasang sesuai permintaannya Ulfa benar-benar sudah terlihat seperti pengantin walaupun tidak mengenakan make-up apa pun, bibirnya selalu berwarna pink juga pipinya selalu merona, memang Ulfa Kirana mempunyai warna kulit yang putih dan mempunyai iris mata yang berwarna coklat terang. "Wah mba Ulfa cantik banget!" kata Intan. "Serius!" "Bajunya ini emang benar-benar cocok denganmu mba Ulfa, tidak banyak yang harus dikoreksi sudah 95 persen!" Kata sang designer. "Saya ingin menunjukkan sama calon suami saya dulu!" "Silahkan!" Intan pak Rio dimana?" "Ada dikamarnya mba, sini saya antar saya pegangin!" "Makasih Intan!" keduanya pun segera menuju kemar Rio Wijaya, Rio Wijaya sendiri sedari tadi sudah mencoba jas pengantinnya dan untuk baju pengantin Rio sudah tidak ada yang perlu dikoreksi lagi semuanya sudah pas. Selama perjalanan menuju ke kamar Rio pikiran Ulfa Kirana dipenuhi oleh wajah Rio yang sebelumnya terlihat sangat marah hanya sepertinya Rio menahan emosinya saja untuk tidak mengamuk. Ulfa menyalahkan dirinya sendiri kenapa tidak ikut kata-kata Rio dijemput oleh pak Putra sehingga dia tidak perlu terlambat untuk fitting baju pengantin. Tapi apa boleh buat semua sudah terjadi, yang Ulfa Kirana pikirkan sekarang bagaimana membuat Rio Wijaya tidak marah lagi. Langkah kaki Ulfa dan Intan terhenti di depan pintu kamar Rio, keduanya mulai tegang. Mereka berdua tau jika Rio Wijaya dalam kondisi yang sedang emosi, tidak ada yang tau bagaimana Rio melupakan emosinya. Ulfa berusaha menenangkan hatinya, mengatur nafas kemudian mengetuk pintu kamar Rio. "Rio apa aku boleh masuk!" kata Ulfa setelah mengetuk pintu kamar Rio terlebih dahulu. "Iyya!" Ulfa pun segera membuka pintu dan melangkah masuk, tampak Rio Wijaya sedang duduk di kursi rodanya menghadap keluar jendela, perasaan Ulfa Kirana yang sejak tadi berusaha dia tenangkan kini kembali deg-degan lagi tidak lain karena aura di ruangan tersebut sedang tidak bagus, Ulfa Kirana dengan jelas dapat merasakan emosi Rio Wijaya. "Rio....!" "Hmmm!" "Coba lihat gaun pengantinnya!" Rio pun berbalik menatap kearah Ulfa Kirana. Rio Wijaya sangat terpukau memang Ulfa Kirana tampak sangat cantik, bahkan pengantin tercantik yang pernah Rio lihat, Rio berpikir memang tidak salah pilih, Ulfa Kirana bakalan menjadi istri yang sangat cantik, Rio Wijaya sebenarnya sangat ingin memberikan pelukan pada Ulfa sayangnya dia sadar hal itu belum boleh mereka lakukan, Rio harus menunggu sebentar lagi, namun kemudian Rio Wijaya sadar jika gaun pengantin Ulfa Kirana terlalu membentuk badan Ulfa, Rio tidak ingin ada pria lain yang melihat bentuk badan Ulfa seperti itu, Rio akui baju pengantin itu memang benar-benar sangat cocok dan membuat Ulfa Kirana tampak seperti putri tapi Rio tidak akan rela jika pemandangan indah tubuh Ulfa sampai dilihat orang lain, hal tersebut lagi-lagi menyulut emosi Rio Wijaya. "Kamu yang memilih model bajunya?" "Iyya dibantu perancangnya?" "Apa kamu tau bentuk badanmu sangat terekspos? atau kamu sengaja ingin memamerkan bentuk badanmu itu? kamu pikir itu hebat?" "Tii ... ti..tidak begitu Rio!" "Trus apa?" Melihat apa yang terjadi Intan langsung kabur, Intan yang tadinya ikut kedalam kamar Rio memegang ujung gaun pengantin Ulfa yang bisa terseret di lantai jika tidak dipegang. Intan takut akan kena damprat dan juga memang dia tidak sanggup melihat jika bosnya itu mengamuk, sudah beberapa kali Intan menyaksikan kemarahan Rio Wijaya untuk hal-hal sepele. Sementara itu Ulfa yang ditinggal sendiri oleh Intan menyadari jika situasinya berbahaya makanya Intan memilih untuk kabur. "Ulfa aku nanya apa kamu sengaja memilih model gaun yang menonjolkan lekuk tubuhmu?" tanya Rio Wijaya dengan penekanan walaupun suaranya tidak sampai berteriak tapi kata-kata Rio Wijaya itu sudah membuat Ulfa Kirana benar-benar terintimidasi, matanya sudah mulai berkaca-kaca Ulfa Kirana serasa tidak mampu membendung air matanya dia sekarang menyadari kesalahannya tapi walaupun demikian Ulfa Kirana berpikir tak seharusnya Rio Wijaya mengatakan kalimat yang menyakiti hatinya apa tidak bisa Rio Wijaya mengingatkan dengan kata yang lebih enak didengar atau mungkin sedikit lebih lembut. "Rio aku tau aku salah, aku bukan muslimah yang baik, aku hanya perempuan seperti yang lainnya yang ingin terlihat cantik di hari pernikahanya dengan gaun impian, maaf jika aku mengabaikan hal yang seharusnya sudah aku pahami, sungguh aku tidak berniat seperti itu, aku hanya benar-benar jatuh hati dengan model baju ini!" jawab Ulfa Kirana yang kali ini air matanya sudah mengalir deras membasahi pipinya yang putih mulus tanpa sedikit noda pun. Rio sebenarnya ingin menghapus air mata Ulfa Kirana cuman Rio terlalu gengsi, Rio sedikit menyesal dengan kata-kata tajam yang dia telah lontarkan kepada Ulfa Kirana tapi di sisi lain Rio Wijaya juga berpikir jika sudah seharusnya Ulfa ditegur, dia sudah banyak melakukan kesalahan, Ulfa Kirana seharusnya bisa menempatkan diri dengan baik, apalagi ketika mengingat kejadian di jalan tadi ketika Ulfa Kirana membonceng Kei dengan motor metiknya, lutut dan kaki Kei yang panjang begitu dekat dengan tubuh Ulfa Kirana, bagaimana bisa Rio tidak marah kepada Ulfa. Walaupun kasian Rio merasa Ulfa pantas untuk dimarahi. "Apa kamu cuman bisa nangis? kamu itu hanya perlu menyadari kesalahan saja, tidak usah drama begitu!" Ulfah semakin tidak bisa menahan air matanya karena Rio sekarang menganggapnya sedang drama. "Jadi aku harus berbuat apa?" Tanya Ulfa lagi dengan air mata yang mengalir makin deras. "Ubah model baju itu, aku tidak mau tau semua salahmu kenapa memiliki model baju yang bisa mempertontonkan lekuk badan seperti itu!" "Harusnya kamu bantu milih waktu itu bukannya malah menyuruh aku memilih apa yang saya mau!" "Masih bisa jawab lagi, aku yang menyuruhmu memilih karena tidak tau seleramu begitu buruk, aku tidak mau berdebat lagi Fa! Udah sana temui perancang bajunya katakan baju itu terlalu seksi untuk ukuran pengantin berhijab atau kamu mau aku yang bicara sendiri dengan perancang bajunya?" "Gak usah cukup aku yang melihat amarahmu, jangan orang lain!" Rio tidak membalas lagi kata-kata Ulfa, Rio membalikkan kursi rodanya dan menghadap kembali keluar jendela. Sementara itu Ulfa Kirana keluar dari kamar Rio dengan lesu dia tidak menyangka jika Rio akan marah lagi karena gaun pengantin pilihannya, sekarang Ulfa mulai menyalahkan dirinya sendiri kenapa dia harus memilih model baju tersebut, pada saat itu Ulfa benar-benar menyukai model tersebut walaupun dia sedikit menyadari jika modelnya cukup membentuk tubuh tapi Ulfa berpikir jika hijabnya bisa dibentuk model panjang menutupi bagian d**a tapi ternyata menurut Rio itu masih terlalu seksi untuk gaun pengantin setelah berjalan beberapa langkah dia mendapati Intan yang menatapnya iba, Intan pun segera membantu Ulfa Kirana agar kaki gaun pengantinnya tidak terseret dilantai, mereka berdua segara menemui perancang bajunya yang sedang berada di lantai bawah dan menyampaikan semuanya, walaupun air mata Ulfa sudah tidak menetes lagi tapi semua orang tau jika Ulfa Kirana telah menangis, matanya begitu sembab. Bukan hanya Intan yang merasa iba sang designer pun turut sedih melihat tampilan Ulfa Kirana yang sudah kehilangan semangat. "Tidak usah menangis mba Ulfa, ini hal kecil bagi saya, tenang saja saya akan mengubah sedikit tampilnya untuk menutupi lekuk tubuh mba Ulfa, beri saya waktu sepuluh menit!" Sang designer tampak membuat gambar pada gambar yang telah ada sebelumnya, tangan sang designer bergerak sangat indah, bagaikan sihir akhirnya sebuah gambar yang sangat indah telah tercipta, jadi designer tersebut menambahkan jubah panjang yang akan menjuntai dari lengan hingga kebawah, jubah tersebut mempunyai bahan yang sama dengan baju pengantin itu sendiri kain renda khusus baju pengantin yang dibordir begitu indah dan elegan, masih dari gambar sudah terlihat jika itu sangat indah, untuk baju yang memiliki fitur jubah seperti ini disebut dengan cape gown, jubah yang menjuntai panjang akan menambah kesan elegan dari pengantin yang dimiliki Ulfa, jadi gaun pengantin Ulfa akan dibuat dengan perpaduan antara Mermaid gown dan Cape gown, bukan pekerjaan yang mudah tapi sang designer berjanji akan melakukan yang terbaik dan bisa selesai tepat waktu. Ulfa dengan sedikit harapan menemui Rio dan menunjukkan gambar baru yang di buat oleh perancang baju pengantin mereka, Rio Wijaya hanya mengangguk, Ulfa Kirana setidaknya bisa lega Rio menyetujui model yang diajukan sang designer.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN