Sapiens

1048 Kata
“Leo, kau lelah?” tanya Alana sambil mengelus kepala Leo yang saat ini berbaring di sebelahnya. Leo mengambil tangan Alana yang mengelus kepalanya dan ia kemudian mencium tangan Alana. Alana tersenyum melihatnya. “Tidak, aku tidak lelah sama sekali. Justru bertemu denganmu lagi membuatku kembali sehat,” jawab Leo. Ia menatap mata biru Alana tanpa henti. Ia tidak tahu mengapa bisa sejatuh cinta ini kepada Alana. “Jangan pernah membuatku khawatir lagi, Leo. Kau tahu aku sangat tersiksa,” kata Alana sambil menyandarkan kepalanya di d**a Leo. “Alana, inilah yang aku takutkan jika kita sama-sama saling mencintai. Awalnya aku memang ingin menahan perasaan sialan ini sampai akhir. Sampai semuanya selesai, tetapi aku tidak sekuat itu. Aku tidak ingin kau tersiksa jika nanti kau kehilangan aku. Kita tidak tahu masa depan Mašte. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Namun, perkataan Alvin dan Marco menyadarkanku. Aku yang terlalu takut jika tidak bersamamu. Aku akhirnya mengalah dan mengakui semuanya sebelum terlambat. Setidaknya kita sudah mengetahui perasaan masing-masing dan kita sudah bersama,” itu adalah ucapan terpanjang yang pernah Leo ucapkan kepada Alana. Leo mengakui alasannya mengapa selama ini ia menyimpan cintanya. Itu semata-mata untuk membuat Alana tidak semakin memperbesar cintanya kepada Leo, tetapi semuanya salah, kehendak alam menginginkan mereka bersatu saat ini. “Leo, jangan berkata seperti itu. Aku tetap akan mencintaimu meskipun kau menutupinya dariku. Jangan kau anggap perasaanku kepadamu hanya sesaat. Aku hampir gila karena mencintaimu,” ucap Alana sambil menatap Leo yang kini juga menatapnya. “Maafkan aku Alana, aku memang salah. Sekarang kita harus menghadapi apa yang akan terjadi. Aku akan mendampingimu menuju kemenangan. Jangan ragukan juga perasaanku kepadamu Alana,” balas Leo sambil tersenyum lalu Leo mengecup pelan bibir Alana. Mereka sedang bahagia saat ini, tetapi tidak menampik jika bahaya juga sedang mengincar mereka. Bahaya itu semakin dekat. Ifrit sudah menyusun rencana baru. “Yakinlah bahwa kita akan menang. Kita memiliki sekutu yang hebat dan aku akan berusaha untuk menyatukan dunia bawah. Para penguasa Mông akan aku tundukkan demi membuat persekutuan melawan kegelapan.” Alana membelai lembut rambut Leo. Ia menyukai rambut Leo yang halus di sentuhan tangannya. “Kau pasti bisa, bila pun tidak bisa aku akan memaksa mereka untuk setuju. Dengan sedikit ancaman mungkin akan berhasil,” ucapnya dengan tawa kecil. “Berani sekali kau mengacam mereka?” Alana tertawa geli. “Terdesak, semua akan aku lakukan demi kemenangan kita.” “Kita akan berangkat sesegera mungkin ke Mông. Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Musuh pastilah sudah bergerak jauh serta mengawasi kita. Aku yakin mereka tidak hanya memantau, tetapi juga menertawakan kita yang sempat kesulitan. Kita tidak boleh membuat mereka senang karena kelalaian berikutnya,” ucap Alana dengan sangat yakin. Leo menyetujui ucapan Alana tersebut. Ia yakin Alana akan dapat menaklukan Mông seperti harapannya. ♜♜♜ Di sebuah tempat yang sangat luas. Tempat yang menjadi pusat dari Bermuda Triangle. Tempat yang sangat gelap. Air laut berpusaran hitam. Neraka bagi para pelayar. Banyak bajak laut yang mati di sana karena tidak kuat menahan gelombang aneh dari dalam laut. Tarikan yang maha dahsyat membuat bangkai-bangkai kapal di dalamnya seolah bertumpuk. Di sekitar sana hidup empat monster laut yang sangat ganas. Monster laut peliharaan Ifrit. Mereka masih tertidur. Mereka hanya bisa bangun jika mendengar perintah dari Ifrit. Musuh legenda Poseidon, Neptune, Oceanus, dan Triton. Di Bermuda Triangle adalah pusat tempat bertemunya empat penguasa Mông. Di sana adalah jantung Mông. Di sana juga Alana dan kawan-kawannya akan menghadapi sesuatu yang besar. Di sana pusat dari segala kekuatan di Mông maka dari itulah Alana harus menyatukan keempat penguasa yang sering bertentangan itu di sana. Namun, bukan hal mudah untuk menuju ke sana. Kraken, Hydra, Jormungandr, dan Leviathan tertidur di sana dan akan bangun ketika saatnya tiba. “Mereka akan berlayar dalam dua hari lagi.” Wyvern berkata. “Apakah pasukan sudah siap?” tanya Ladon pada Ajatar. Ajatar adalah raja yang mengatur semua prajurit buatan mereka. “Semua sudah siap bahkan sebelum kau menanyakannya,” jawab Ajatar. Ia kemudian melihat ke bawah kakinya. Dari sana bisa langsung tembus ke tempat prajurit-prajurit mereka dibuat. Prajurit-prajurit dari roh, dari hewan-hewan yang mati, dari bangkai-bangkai busuk, dan beberapa mutasi genesis yang mereka ciptakan dari berbagai campuran hewan. Semua merekah kerahkan untuk menciptakan perang dan membunuh manusia di bumi. Di atas Ifrit masih ada penguasa kegelapan yang belum diketahui siapa dia. Kabarnya dia adalah seorang iblis yang dulu bekas malaikat terbuang. “Bagaimana denganmu? Apakah kau sudah siap membunuh ratu mereka?” tanya Ajatar pada Ladon. “Dia adalah musuh. Aku akan membunuhnya dengan kemampuanku sendiri. Aku sudah mengawasinya. Mereka masih di Breen. Aku akan terus mengawasi pergerakan ratu itu. Dia tidak boleh menyatuhkan keempat penguasa Mông. Aku akan menghabisinya ketika ia sampai di Bermuda Triangle, tetapi itu pun jika mereka bisa menang melawan Kraken, Hydra, Jormungandr, dan Leviathan,” ucap Ladon dengan seringainya. Ia mempunyai seratus kepala, tetapi hanya satu kepala yang abadi. “Jika seperti itu, bagianku adalah pemimpin prajurit itu,” ucap Tiamat. Pemimpin pasukan itu tentu saja adalah Leo Vinzel. Pasukan berani mati di medan perang yang ditakuti pihak musuh. “Aku akan menghabisinya. Aku tahu dia sangat kuat. Terkuat diantara kelimanya. Dia yang harus diwaspadai,” sambung Tiamat. “Jika seperti itu, keempat temannya adalah bagianku. Aku sudah tidak sabar ingin memakan mereka lalu menjadikan mereka bangkai. Namun, aku juga tidak keberatan jika mereka akan menjadi santapan Kraken, Hydra, Jormungandr, dan Leviathan. Mereka sudah lama tertidur dan perlu makan,” ucap Nidhog dengan suara yang melengking. Ia adalah naga yang rakus. “Kalian juga harus mewaspadai Yupiter, Poseidon, Neptune, Oceanus, dan Triton. Jangan melupakan kenyataan bahwa mereka juga adalah penguasa dan kuat,” kata Wyvern mengingatkan lagi. “Mereka menyusahkan dan loyal terhadap sekutu mereka bila sudah bergabung.” “Mereka juga akan menjadi bagianku jika mereka berhasil menang,” seringai Ladon lagi. Di bawah mereka saat ini sedang terjadi keributan. Keributan karena setiap menitnya selalu ada pasukan baru yang lahir. Ada yang dari roh, dari tanah, dari bangkai, dan dari mutasi genesis yang diciptakan oleh makhluk-makhluk sihir yang bekerja sama dengan mereka. Teriakan-teriakan nyaring dalam kegelapan yang mengerikan. Mereka terbagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok roh dan hidup. Kelompok para roh adalah yang lebih mengerikan. Mengalahkan mereka bukan dengan sesuatu yang biasa. Hanya mereka yang terpilih dan memakai senjata khusus yang bisa melakukannya.    TBC...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN