Satu pandangan menjadi hal yang diperhatikan oleh Bhumi. Yakni, ban mobil Arin yang kembali membercak noda tanah basah sehingga pria itu membuat asumsinya sendiri dengan menggabungkan beberapa informasi, termasuk terkait lokasi terakhir yang sempat ditemukan oleh Dudung. Lagi, sungguh terdapat goresan di bagian pintu mobil seperti yang ada di foto yang Oddy kirimkan. Itu semakin membuat Bhumi frustrasi. Dengan satu tarikan napas yang cukup bertenaga, Bhumi melangkah masuk ke rumah. Ia menemukan sang istri di meja makan yang dihadapannya terdapat pizza dan lasagna. Tampak tatapan Arin begitu hampa menyambutnya. “Makan! Aku beli ini karena kasihan sama Pak Susilo yang udah jemput aku. Sekalian…” “Jadi, kamu dari mana?!” cecar Bhumi memukul meja sampai bergetar. “Nggak usah marah!” Bhumi

