Damian dan ana

1258 Kata

"Lihat siapa yang datang?" Ana menatap sinis camella, benar benar perempuan tidak tau diri. Sudah tua masih saja bertingkah, itulah pikiran ana. "Dimana putriku?" tanya ana nyalang. Demi tuhan ia sangat membenci camella. Semua penderitaan nya di mulai dari wanita busuk ini. Ia selalu berdoa agar camella segera bertemu ajalnya. Tapi orang bilang orang jahat lambat mati dan ia membenci hal itu. "Santai dulu calon menantu." kekeh camella melihat ketidak berdayaan ana di hadapan nya. Sudah ia katakan kalau ia suka dengan orang tidak berdaya di hadapan nya. "SHUT UP." Bentak ana. Camella benar-benar menjijikan menurut nya, jauh menjijikan di banding kotoran. "No one wants to be your family, Camella" sinis ana. Dia tidak bisa menghajar wanita tua di hadapan nya karna kedua tangan nya sudah d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN