Bintang memarkirkan mobilnya di depan rumah Ana. Sebelum keluar, dia memastikan dulu apa rumah ini sesuai dengan share location yang Ana kirim atau tidak. Setelah cocok, baru dia keluar dari mobil untuk meminta izin adik gadis itu karena kata Ana kemarin, di rumahnya saat ini hanya ada adiknya. Adik Ana, yang membuat Bintang mendengus. Paling adiknya itu masih kecil. Pasti akan luluh asal syaratnya dia diajak juga. Sejenak Bintang ragu mengetuk pintu. Tapi kalau dipikir-pikir, untuk apa juga dia ragu? Menepis pikiran itu, akhirnya Bintang mengetuk pintu. Tidak lama, pintu terbuka. Yang membukanya, kebetulan Ana. Gadis itu sepertinya sudah siap berangkat. Dilihat dari pakaian kasualnya berupa kaos putih dan celana overall panjang. Tak lupa sepatu pu

