Begitu memasuki Dufan, mereka disambut oleh para badut. Jika Bintang sebisa mungkin menghindari, Ana malah sebaliknya. Dia malah mendekat, tidak lupa ber-tos ria dengan masing-masing badut. Seakan tidak tahu kalau Bintang itu anti dengan badut dan sejenisnya, Ana malah minta difotokan dengan badut-badut itu. Tidak hanya sesekali bahkan beberapa kali. “Makasih ya Bin, udah mau fotoin aku.” Kata Ana yang membuat Bintang mendesis karena gadis itu kelewat sangat bahagia hanya karena berfoto dengan badut yang menurut Bintang jelek. “Hm...” hanya itu sahutan Bintang. Tapi Ana tidak masalah dengan itu. “Kita mau naik apa dulu?” tanya Bintang. Senyum lebar Ana lenyap sebab dia sendiri juga bingung ingin naik apa. Ana berpikir ampai akhirnya s

