part 35

580 Kata

Ruangan kembali sunyi. Hanya suara napas mereka bertiga yang terdengar, bercampur dengan detak jantung Reyna yang begitu keras di telinganya. Cahaya liontin di genggamannya masih berdenyut pelan, seolah memanggil dirinya mendekat. Reyna menatap peti perak di tengah lingkaran batu itu. Rantai hitam yang melilitnya kini retak-retak, mengeluarkan asap tipis seperti bara padam. Hanya satu sentuhan terakhir yang akan memutus ikatan itu. Tangannya gemetar. Dalam hatinya, muncul ragu. Apa yang sebenarnya menunggu di dalam sana? Rahasia ibuku… atau justru kutukan yang bisa menghancurkan semuanya? David berdiri di sisinya, masih terengah tapi tatapannya mantap. “Kau tidak sendirian. Apa pun yang ada di dalam, kita hadapi bersama.” Aditya menambahkan dengan nada lebih dingin, tapi jujur. “Tapi k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN