Jejak Sang Penjaga Suara Wanita Perak menggema, tapi seolah memicu sesuatu pada kitab di pelukan Reyna. Cahaya dari permata di sampul memancar, dan halaman-halaman kitab berputar sendiri, berhenti pada bagian tertentu. Tulisan tangan halus ibunya kembali muncul, kali ini lebih panjang. Reyna membaca dengan suara bergetar, seakan ibunya sedang berbicara langsung kepadanya: “Aku bukan hanya ibumu, Reyna. Aku adalah bagian dari Penjaga Cahaya, sebuah garis keturunan kuno yang ditugaskan menjaga rahasia Asvara. Di setiap generasi, hanya satu yang dipilih untuk memikul beban itu. Dan aku—meski tak pernah menginginkannya—dipilih.” David dan Aditya saling berpandangan. Reyna terus membaca, matanya tak berkedip. “Aku meninggalkan keluargaku, tanah airku, dan hidup sebagai orang biasa. Semua d

