Cahaya Terakhir Reyna berlari, tubuhnya nyaris tak terasa karena adrenalin dan cahaya liontin yang membanjiri dirinya. Denyut dari kalung itu semakin kuat, seakan mendorongnya untuk membuat pilihan. Wanita perak kini berlutut di tengah lingkaran darah, simbol-simbol merah di sekelilingnya berputar seperti pusaran neraka. Tubuhnya retak, wajahnya setengah hancur, tapi matanya penuh kegigihan. “Sedikit lagi… sedikit lagi, mereka akan bebas!” “Tidak selama aku masih di sini!” Reyna berteriak. Ia mengangkat bilah cahaya dengan kedua tangan, lalu melompat menerjang. Kilatan putih membelah lorong, menembus pusaran merah yang mengelilingi wanita perak. “Berhenti!!!” Wanita perak mendongak, matanya melebar ketika bilah cahaya itu menembus lingkaran darah sebelum sempat menyatu dengan simbol

