part 22

585 Kata

Flashback Pesan dari Seorang Ibu Reyna masih kecil saat ibunya sering duduk di tepi jendela, menatap bulan dengan mata yang seolah menyimpan ribuan rahasia. Malam itu, hujan deras membasahi genting rumah mereka. Ibunya memanggilnya dengan suara lembut. “Reyna, kemarilah,” katanya, sambil membuka liontin perak yang tergantung di lehernya. Reyna kecil merangkak mendekat, duduk di pangkuannya. Matanya berbinar penuh rasa ingin tahu. “Ibu, kenapa ibu selalu menyimpan itu? Indah sekali…” Senyum ibunya samar, penuh kelelahan sekaligus kasih. Ia membuka liontin itu sedikit, hanya memperlihatkan kilatan kaca di dalamnya. “Liontin ini… bukan sekadar perhiasan. Ia menyimpan peta menuju kebenaran yang banyak orang cari. Dan kebenaran itu… hanya bisa dibuka oleh pewaris darah.” “Pewaris darah?” R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN