part 15

496 Kata

Hujan mengguyur tanpa ampun. Kilat menyambar, memperlihatkan tiga sosok berdiri di dermaga yang licin: Reyna di atas kapal kecil, David beberapa langkah di depannya, dan Aditya memegang pistol di sisi lain. “reyna ” suara David nyaris tenggelam oleh deru ombak, “kau tidak mengerti… dia bukan orang yang kau kira.” Aditya menyipitkan mata. “Katakan saja kalau kau takut rahasiamu terbongkar, David.” Reyna memandang keduanya, napasnya berat. “Rahasia apa?!” teriaknya, tapi tak ada yang langsung menjawab. SUV hitam tadi mulai bergerak lagi, para pria bersenjata keluar dari balik kontainer. Aditya menembak dua kali ke udara, memaksa mereka mundur sebentar. David melangkah maju, tatapannya menusuk. “reyna, dengar aku… jika kau ikut dengannya malam ini, kau akan menjadi target seumur hidupmu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN