THUMP! THUMP! Seketika medan perang itu dipenuhi bunyi drum yang ditabuh dengan semangat.
"Ap? Apa-apaan ini! Suara aneh apa ini.. ini bukan suara drum kita!" Sontak prajurit bendera merah binggung dengan suara drum yang barusan ditabuh.
Arg!! Tiba-tiba prajurit itu ditusuk dari belakang dan jatuh ke tanah. Mati.
THUMP! THUMP! Dibelakangnya ada banyak pasukan seperti mayat hidup. Matanya berwarna ungu terang, begitu pula darahnya. Sebentar? Prajurit itu hanya punya satu tangan? Ya satu tangan, itu adalah prajurit yang dibunuh oleh pria berpakaian serba hitam. Apakah ia dihidupkan kembali? Ada banyak sekali prajurit mayat hidup, dengan anggota tubuh tidak lengkap bahkan ada yang tanpa kepala pasukan itu tetap hidup kembali sehabis dibunuh oleh pria hitam misterius tersebut.
Mereka semua serempak berkata "Yang Mati.. Telah bangkit!"
THUMP! THUMP!
"Yang mati telah bangkit!!"
THUMP! THUMP!
Mereka semakin banyak, semakin banyak pasukan mayat hidup. Penabuh drum semakin semangat THUMP! THUMP! menandakan perang semakin memanas dan telah sampai pada akhirnya, yaitu yang terlemah akan dimakan oleh yang terkuat.
Pria berpakaian serba hitam itu menunggani kuda, kudanya pun seperti mayat hidup. Matanya ungu terang. "Angkat kepala kalian, dan bertarunglah untukku!" Teriak pria itu disusul oleh ratusan bahkan ribuan pasukan mayat hidupnya.
Pasukan mayat hidup itu mengikuti pria serba hitam itu seraya bersorak "Hidup Raja kita!!"
THUMP! THUMP!
Drum semakin kuat ditabuh
THUMP! THUMP!
Hanya dalam hitungan menit seluruh pasukan bendera merah telah habis dibantai dan di hidupkan kembali sebagai pasukan mayat hidup dan berbalik berpihak kepada pria serba hitam, menuju Raja mereka sebelumnya.
Tanah hitam itu berubah menjadi berwarna ungu akibat mata dan darah mereka, beribu pasukan mayat hidup memenuhi medan perang THUMP! THUMP!
Raja bendera merah dari kejauhan akhirnya membuka topengnya, melihat dengan matanya sendiri, "Ghostblade... It... Itu Ghostblade..!"
"Apakah ini.... Akhir dari kita?"
"Aku memberi perintah.... MUNDUR!!" suaranya lantang disusul dengan nada gemetarnya.
Prequel : Black Mountain (END)
Next..
Chapter 3 : The Necklace..