Chapter 3 : The Necklace (A)

642 Kata
Masih di daerah Kerajaan Haiqin, tepatnya daerah pinggiran kerajaan atau biasa orang-orang sana menyebutnya daerah kumuh, disebut demikian karena daerah ini terlihat kemiskinan dimana-mana, rumah tidak layak huni, pakaian orang-orang yang terlihat tidak layak pakai, serta tempat yang terlihat kotor, bagaimana manusia bisa tinggal di tempat yang dipenuhi polusi seperti ini. Terlihat tuan putri sedang duduk memangku semangkuk makanan tetapi dari tadi ia hanya memandangi makanan itu saja tanpa memakannya sedikitpun. "Ayahku selalu berkata kepadaku bahwa Kerajaan Haiqin adalah salah satu kerajaan yang mempunyai kehidupan yang paling sehat serta orang-orang kuat di Neraland ini. Tetapi aku merasa dibohongi. Lihatlah apa ini? lihatlah bagaimana keadaan ditempat ini? lihatlah makanan ini.." Nada tuan putri terdengar kecewa. "Dan? apakah kau tidak menyukainya, Tuan putri? Bagaimana jika aku mengatakan bahwa semangkuk makanan yang kau pegang itu bisa membuat satu orang anak di daerah kumuh ini bertahan hidup selama tiga hari? Makanlah. Perjalanan kita masih sangat jauh." Balas pria serba hitam. Beberapa menit berlalu, tuan putri menyerah dan memakan makanan di mangkuk itu. Terlihat seorang gadis kecil berumur delapan tahun berjalan mendekatinya sambil membawa sesuatu di tangannya. "Ummm.. Hallo. Apel ini untukmu, kakak cantik.." Sapa gadis kecil itu sambil menyodorkan sebuah apel ditangannya. "Untukku?" Tuan putri sedikit kaget. "Iya, kau adalah kakak yang paling cantik. Apakah kakak seorang malaikat?" Gadis kecil itu semakin mendekati tuan putri. Memberikan apelnya dan disambut tuan putri. "Ahh.. Haha, kau sangat manis gadis kecil. Terimakasih banyak. Aku bukan malaikat, hanya manusia biasa." Tuan putri tersenyum. "... Malaikat? Bah! mereka membawa kita semua ke dalam era emas dan mereka pula lah yang menghancurkannya. Mungkin mereka harus membuka fikirannya kembali. Ras yang tercela dan sangat membinggungkan." Pria serba hitam akhirnya angkat bicara. "Aku yakin kita semua dapat hukuman, pak. Kita semua mempunyai sifat serakah dan tidak tau terimakasih, terlepas dengan apapun yang kita lakukan." Balas tuan putri dengan sedikit menoleh ke arah pria serba hitam. "Haha! jika kau adalah dewi maka hukumlah pria seperti yang kau katakan, pria sepertiku akan binasa dalam seribu kematian." Nada pria serba hitam sedikit menguji. Dalam perdebatan mereka terlihat didepan ada sedikit keributan, orang-orang mulai berkerumun. Seorang pria ditemani dengan satu bodyguard menendang dengan kasar satu peti apel dagangan seorang ibu-ibu tua membuat apel itu jatuh berhamburan ke tanah. "T.. Tuankuu, aku bersumpah kepadamu, uang pajak keamanan kami udah saya bayarkan sejak bulan lalu." Kata ibu itu gemetar dengan duduk bersimpuh diantara apel yang berserakan serta tangan yang terangkat keatas memohon ampunan. "Apakah aku merasa masalah ini sudah selesai? Tagihan barumu sudah ada di akunmu, itu karena kau punya satu orang anak yang baru lahir." Kata pria itu dingin. "Tuankuu.. Tolong. Kasihanilah, bahkan uang kami tidak cukup untuk membeli makan bulan ini." Nadanya semakin gemetar. "Apa yang sedang terjadi disana?" Tanya tuan putri penasaran dengan kerumunan orang di daerah depan. "Mama!" Gadis kecil itu berlari kearah ibunya yang masih duduk bersimpuh memohon ampunan. "Bukan masalah besar. Hanya beberapa b******n yang meminta uang keamanan.Itu bukan urusan kita." Balas pria serba hitam singkat. "GhostBlade... Kau harus menolong mereka. Aku mohon!" Tuan putri menoleh kearah pria serba hitam itu dengan pandangan sayu. "Kenapa harus aku?" "Bagaimana kau bisa duduk dengan tenang dan menyaksikan saja padahal kau punya kekuatan untuk menolong?" Balas tuan putri. "Tuan putri kecilku. Kau adalah orang yang naif. Apakah kau tidak tau disana ada seribu kejadian yang sama dengan yang dialami dengan perempuan itu. Jika aku menyelamatkan satu ini, kenapa tidak dengan semuanya? Apakah aku harus mendedikasikan diriku untuk menyelamatkan semuanya? dan jika aku menyelamatkan yang satu ini, apa perbedaan yang akan terjadi? Apakah akan membuat dunia semakin baik? Jawabannya adalah tidak. Itu hanya akan mempertajam pemahamanmu kepada dirimu sendiri, yang bearti kecil dalam skema besar. Apakah kau setuju ?" Suara pria serba hitam mulai berat. "Dan terkadang, hal yang paling buruk dari "Menyelamatkan" seseorang akan membawa kita kedalam tragedi yang sangat besar" Pria serba hitam itu meneruskan. (Bersambung...)
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN