Bab 12 Masa Kritis Telah Berlalu

1982 Kata
Valdin selesai memasangkan seragam pasien ICU yang baru ke tubuh Chiara. Gadis mengalami koma selama tiga hari sejak dibawa sang presdir ke Biomedika Hospital. Bersama dia ada Suster Dessy yang membantunya mengurus cucu Doel ini dari kemarin. Bahkan dia tidak keluar sedikit dari ruang ICU ini. Hanya meninggalkan sejenak untuk mandi di kamar mandi ruang ICU. Lantas mengenai tugasnya sebagai presdir dan dokter, sementara dikerjakan oleh Marko dan dokter Marcel. Di mana Bram? Pria itu menjaga Chiara di luar bilik steril ruang ICU yang masih dalam. Apa Doel sudah diberitahu? Sudah, dan si kakek pun membesuk. Dia juga berkenalan sama Valdin dan mengutus Ming Lie adik seperguruan menyelidiki siapa sang dokter yang memiliki profil wajah mirip mendiang Matthew Estefan, pembunuh Laras dan Nathan. Di luar ICU, Doel datang bersama Barry, mendekati Bram yang tergesa keluar menghampirinya sebab ditelpon dia. “Bram.” Doel menegur pria berusia 50 tahun itu, “Apa Ara sudah siuman?” lantas menanyakan kabar Chiara. Bram menggelengkan kepala, “Tapi, luka-luka Nona sudah mulai mengering dan dari hasil radiologi, patah tulang di betis tidak perlu diberi tindakan operasi.” Dilaporkan kondisi terbaru nonanya. Mendengar ini Doel tersenyum lega, “Syukurlah.” ujarnya, diam-diam membantu mengobati si cucu dengan kemampuan medisnya sebagai master kungfu legendaris. Namun, meski demikian Valdin dan dokter Marcel tahu apa yang si kakek lakukan, sebab mereka berdua terus memantau perkembangan pengobatan Chiara dan memiliki pula kemampuan medis kungfu walau hanya secuil dari kehebatan Doel. Sebenarnya Doel kakek yang baik, tapi ada sesuatu yang dirahasiakan dari Chiara. Dia tidak benar-benar pensiun dari Counter Terrorism Unit, sebab harus tetap membiayai kehidupan perguruan kungfu. Kebiasaan buruk dia suka berjudi dan mabuk, sebenarnya karena dia adalah pendekar Dragon Drug, punya jurus naga mabuk yang luar biasa. Dia juga punya gelar lain, yaitu The Dark Shadow, bergerak dalam bayangan gelap saat menyelidiki dan menghancurkan musuh. Chiara tidak pernah mengetahui gelar si kakek, karena tidak dibiarkan malang melintang di dunia kungfu dan militer khusus memberantas teroris dan mafia, sebab dia perempuan dan pewaris seluruh kekayaan Nathan. Doel hanya menggembleng mental dia dengan hidup sederhana dan kerja kasar seperti mengantar paket. Lantas dia pun sengaja memaksa si cucu menafkahi dia, Bram, Barry dan pekerja yang mengurus rumahnya, untuk melatih agar kelak tetap perduli menopang keluarga, meski sudah menikah. Dan sebenarnya, gaji si cucu tidak dipakai dia untuk misi tersebut, ditabungkan untuk harta masa depan sang cucu. Doel mendekati jendela kaca, melihat Chiara dari sana dan menemukan Valdin masih setia mengurus dan menjaga cucunya ini. Pelan helaan napasnya terdengar. ‘Kalau saja Brylee j*****m seperti orangtuamu, Aku tidak akan memaafkanmu yang memaksa cucuku kembali ke liga judi kickboxing demi memberimu biaya perbaikan mobilmu itu.’ Dia sudah tahu siapa Valdin, tapi sebatas mengetahui sang dokter putra tunggal Matthew dan Elsa, berkenalan sama Chiara karena si cucu tidak sengaja menabrak mobil tuan presdir itu. Mengenai Valdin menggauli Chiara, tidak Ming Lie beritahu, takut si kakek membunuh Valdin. Valdin tidak pernah tahu Matthew dan Elsa adalah mafia yang berbisnis senjata ke sejumlah mafia dan teroris dunia yang membunuh keji Nathan dan Laras orangtua Chiara. Setelah mengetahui semua itu, Doel tidak bisa menuntut pria itu yang membuat Chiara kembali berlaga di liga judi kickboxing sebab memandang Brylee paman sang dokter yang juga ayah asuh Chiara. Bram mendekati Doel, “Tuan.” Kembali Doel menghela napas, “Apa Luis sudah mengirim uang hadiah yang di dapat Ara ke rekening Ara?” memberi pertanyaan ke Bram yang tahu siapa dia sebenarnya. “Sudah, Tuan.” “Apa Kamu hajar Koh A Li dan Ahmed?” Bram menganggukan kepala, sebab Doel tidak semata kalah judi dan berhutang ke rentenir. Si Tuan ingin menghancurkan bisnis haram Koh A Li dan Ahmed, karena kedua pria itu salah satu tangan Bandar mafia narkotika dan perdagangan remaja perempuan ke beberapa rumah bordil. Bram menghela napas, pria ini terpaksa menahan kesal sebab Doel kebangetan menindas Chiara dengan cara itu. Dengan terpaksa pula menjeritin si kakek, karena bergerak tidak pernah kongkalikong ke dia, sehingga Chiara seringkali mendadak harus melunasi hutang kakek slengean itu. “Tuan, maaf,” Bram bicara, “Saya,” “Kamu tidak perlu minta itu ke Saya, Bram.” Doel menghentikan Bram yang hendak memintanya berhenti menggembleng Chiara dengan cara sableng, “Karena Lee segera ke Jakarta untuk menyerahkan perusahaan Nathan ke Ara.” Ujarnya tegas, “Lee tahu Ara sudah siap memegang posisi sebagai presiden direktur perusahaan itu.” “Syukurlah jika begitu,” Bram lega mendengar ini, “Tuan Lee tidak mau Nona mengetahui kalian bekerja memberantas mafia dan teroris. Karena jika tahu pasti Nona ikut, sebab Nona sangat benci mafia dan teroris. Lantas juga, menuruni sifat super nekat dan pemberani kalian para ayah.” Brylee tahu semua cara Doel mendidik mental Chiara, makanya Chiara tidak perlu sungkan meminta bantuan dia untuk melunasi hutang Doel. Tapi Chiara tidak pernah menyadari cara si kakek mendidik dia seperti itu dan untuk tujuan apa. Mengenai Brylee segera menyerahkan kembali perusahaan dan seluruh harta milik Nathan ke Chiara, selain untuk alasan yang dikemukan Bram, juga usia sang gadis sudah dewasa. Nona ini pun sudah mengantongi gelar sarjana S2, siap dibimbing mengelola perusahaan dan harta Nathan. Doel sedikit memutar badan ke arah Bram, didaratkan satu jitakan ke kening pengasuh Chiara ini. “Kamu pikir saya mau Ara berakhir tragis seperti Laras, hmm?” dipandang geram pengasuh itu, “Saya tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, Bram!” Laras, ibu kandung Chiara adalah militer dan bekerja di Counter Terrorism Unit. Sang ibu seringkali menyamar demi pekerjaannya tersebut, lantas di salah satu misi, bertemu Nathan. Mereka jatuh cinta dan Laras resign dari militer dan Counter Terroris Unit. Tapi karena suaminya masih bekerja memberantas mafia dan teroris, selain pengusaha super sukses, meninggal tragis bersama sang suami ditangan Matthew dan Elsa. Sejak itu, Doel tersadar sudah salah membiarkan Laras menjadi militer seperti dia, sehingga memutuskan menyembunyikan identitas dia sebagai militer pemberantas mafia dan teroris ke Chiara. Dia tidak mau kehilangan Chiara seperti kehilangan Laras. Kembali ke dalam bilik steril ruangan ICU, Valdin duduk setengah merundukan tubuh agar wajahnya bisa berhadapan dengan muka Chiara. Pelan dibelai saying kepala sang gadis dan mengajak bicara. Dia selalu melakukan ini agar nona terstimulasi untuk siuman. Perlahan kedua mata Chiara terbuka dan si gadis terkejut melihat Valdin. “Sudah bangun, Sayang?” Valdin melihat ini merasa lega. Chiara belum menyadari berada di mana, menelan saliva, teringat saat pertama kali Valdin sedekat ini ke dia. “Kamu,” dia mulai bicara dengan suara gugup, “Kamu, kamu kenapa di sini?” bertanya mengapa Valdin bersama dia, “Bukannya entah di mana setelah Aku meninggalkanmu di Dadapan Restoran?” dikemukan apa yang diingat saat ini. Valdin tersenyum tipis, pelan menyentuhkan bibirnya ke bibir Chiara, dilumat daging lembut nan seksi tersebut. Disampaikan kelegaan melihat si nona siuman. Dia beruntung karena Doel tidak melihat adegan ini, si kakek sudah tidak berdiri depan jendela. Kakek ada urusan lain yang harus diselesaikan. Chiara cepat melepas ciuman Valdin, tangannya mengeplak bibir pria itu. “Kamu kenapa cium aku sih?” Valdin hanya memberi senyuman saja, “Apa Kamu haus?” Chiara melongo mendengar ini. “Sayang,” sang dokter pelan menghela napas, “Kamu baru bangun dari tidur panjang.” “Apa maksudmu?” “Kamu pingsan dan koma setelah menumbangkan Atila di liga judi kickboxing female di Super Boxing.” Chiara terkejut mendengar ini, “Dari mana Kamu tahu?” “Karena Aku di sana, menonton aksi sablengmu itu!” Valdin memberi jawaban sambil sedikit menjitak kening Chiara, “Kamu tahu, ulahmu membuatku ketakutan luar biasa!” Chiara kembali terkejut, “Kamu, kamu nonton liga judi itu?” “Iya, karena Marko memberitahuku.” “Kamu mengutus dia mengikutiku?” “Iya, sebab hatiku tidak tenang membiarkanmu dibawa para pria itu.” “Maksudmu, Paman Bram, Barry dan ajudan-ajudan kakekku?” Kesadaran diri Chiara mulai pulih jadi paham setiap perkataan Valdin. “Hais!” decaknya kesal, “Mereka menjagaku, Valdin!” “Mana kutahu saat itu siapa mereka. Jadi kusuruh Marko mencaritahu. Tapi ternyata Kamu bertarung di liga judi itu.” “Karena Aku sudah janji memberimu uang biaya perbaikan mobilmu!” Mereka kembali bertengkar, karena satu sama lain belum benar-benar memahami karakter diri. Belum juga menjalin cinta yang dalam. “Aku tidak menuntutmu semua itu, Ara!” “Tidak gimana? Kamu selalu membahas itu!” “Cukup, Ara!” Valdin segera mengakhiri pertengkaran ini, “Kamu saat ini di ICU, kita tidak usah berdebat soal mobilku itu.” Ujarnya, “Kamu koma selama tiga hari!” Jawaban ini membuat Chiara terhenyak. Tiga hari dia koma, berarti kondisi dia setelah mengalahkan Atila sangat parah. Valdin-!” Chiara memanggil Valdin, “Di mana Paman Bram?” “Di luar, menemui Kakekmu.” Chiara tercekat, “Kakek kemari?” “Iya, kenapa? Beliau keluargamu kan setelah orangtua Kamu meninggal dunia, dua puluh tahun silam?” Sang gadis terhenyak, dipandangnya tuan presdir ini. “Aku sudah tahu Kamu yatim piatu.” Valdin menyahut, “Kamu diasuh kakekmu dan Paman Bram di perguruan kungfu milik kakekmu itu.” Mendengar ini Chiara memalingkan wajah ke kanan. Dia tidak mengira Valdin menyelidiki kehidupan dia. Salah kamu sendiri, mengapa meninggalkan pria itu setelah kalian bercinta? Kemudian, mengapa tidak menyadari kalau sang presdir yang playboy kepicut pesona cantikmu, sehingga penasaran ingin mengetahui siapa dirimu dan kehidupanmu. Terakhir, Kamu menangis saat pria itu menyinggung orangtuamu, membuat dia bertambah ingin tahu dirimu. Tangan Valdin mengembalikan wajah Chiara agar mereka saling berpandangan. “Tidak usah kesal-“ dia bicara lembut ke nona ini, “Aku tahu Kamu yatim piatu, karena Aku sendiri sudah yatim.” Kening Chiara berkerut mendengar ini, “Kamu yatim?” Valdin menganggukan kepala, “Ayahku meninggal dua puluh tahun silam, saat usiaku baru 10 tahun.” Diceritakan mengapa dia seorang yatim, “Sejak itu Aku hanya punya ibu dan dibesarkan sama kakak laki-laki mendiang ayahku dan istri beliau.” “Ibumu kemana sampai Kamu diasuh pamanmu?” “Ara, dari Aku lahir sudah diasuh pamanku dan istri beliau, sebab orangtuaku sibuk mengelola perusahaan orangtuaku. Pamanku dan istrinya tidak bisa punya keturunan, memintaku dari dari orangtuaku untuk menjadi anak asuh mereka.” “Begitu sibuk kah orangtuamu sampai kamu diminta menjadi anak asuh pamanmu itu?” Valdin menganggukan kepala, sebab itu kenyataan. Bahkan setelah Matthew meninggal, Elsa diam-diam membangun kembali bisnis jual beli senjata untuk pergerakan mafia dan teroris, tapi disarukan dalam bisnis butiknya. Elsa pun terus mencari jejak Elanor Fausta Sampras, putri Nathan Sampras, untuk ditangkap dan menjadi alat memancing Doel si pembunuh Matthew keluar. Dia mau menghabisi Doel. Kemudian, selain kedua hal tersebut, Elsa mulai membangkitkan kejayaan Khan Tahir, ayahnya, yang adalah mafia merangkap teroris, terkemuka di beberapa negara Timur Tengah dan Taiwan. Kejayaan itu hilang karena dihancurkan Carter Estefan ayah dari Brylee dan Matthew. Elsa, Sania Taher sang ibu dan Eldato kakak laki-lakinya selamat sebab dilarikan sang ayah ke Turki. Di sana berganti identitas sebagai warga asli Turki. Kebetulan Khan Tahir ada darah Turki selain Irak. Elsa bernama asli Aleeyah Taher. “Maaf Valdin,” Chiara minta maaf, “Aku membuatmu cerita semua itu.” Merasa menyesal telah membuat Valdin menuturkan kehidupan sang pria sebagai anak yatim. Valdin tersenyum, diusap saying wajah Chiara. “Sekarang-“ dia bicara ketika sang nona menatapnya, “Biarkan kita berdua saling menemani ya.” “Sudahlah-“ Chiara menghela napas, ingin menyetujui keinginan Valdin, “Kamu bisa tolong panggil Paman Bram?” “Bisa,” Valdin menganggukan kepala, hatinya mengilu sebab Chiara masih menolaknya, “Selama Kamu berjanji tidak minta dia membawamu pulang. Kamu masih perlu penanganan medis intensif di rumah sakit ini.” “Boleh kutahu, nama rumah sakit ini?” “Biomedika Hospital, tempatku kerja sebagai dokter bedah neurologi.” Chiara terperangah. Dia mengenal rumah sakit ini yang milik Brylee ayah asuhnya. Jadi Valdin bekerja di sini? Kepala dia menjadi pening, merasa cemas jika sang dokter mengetahui dia putri asuh Brylee owner rumah sakit, sedangkan mengenai siapa dia sebenarnya tidak boleh diketahui lebih jauh oleh tuan presdir itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN