Bab 3 - Membandingkan Diri

1359 Kata
Jika kalian ingin memaki Irenee maki saja. Irenee tidak peduli. Sejak dia kecil ia tidak pernah di bully seperti itu. Meyandang nama Aldebaran. Membuat mereka takut membuat masalah dengannya. Tapi kali ini benar benar ada orang yang sengaja mencari masalah dengannya. Bukan Irenee namanya jika tidak memberikan pelajaran yang mudah untuk di lupakan. Irenee tersenyum meremehkan saat Mira dan keempat temannya meminta maaf. Bahkan Mira memohon agar perusahaan ayahnya tidak mendapat masalah karena ulahnya. Bahkan berita kebangkrutan dan pemecatan orangtua yang membully Irenee sudah terpajang di lambe turah milik sekolah mereka dan media Indonesia. Jika ada yang ingin menghina Irenee sombong silahkan. Dia malas berurusan dengan lalat menjijikan yang tidak pantas di bandingkan dengannya. "Minggir. Gue males ngomong sama penjilat." ucap Irenee. "Rin. Gue mohon sama lo. Gue minta maaf." "Lo jadi pembokat gue pun gua nggak sudi buat maaffin lo." setelah mengatakan hal itu dia langsung pergi ke kantin. Di ikuti Darrell dan lainnya. Darrell sendiri diam. Dia kasihan dengan Mira. Sebenarnya pun itu salahnya juga yang tidak memberitahu Mira jika Irenee adalah adiknya. Di kantin sendiri sudah banyak yang memperhatikan mereka berempat. Irenee memakan roti bakarnya dengan tenang. Tapi setelah itu dia langsung berdiri diikuti dengan tatapan Darrell. Irenee memesan es coklat. Tapi saat akan membawanya es itu tumbah mengenai seragamnya. Sebenarnya Irenee tidak masalah dengan itu. Tapi melihat perempuan yang menabraknya adalah perempuan yang berani bercanda denga Reyhan. Yang tangannya di genggam Reyhan dia merasa cemburu. Dan tidak bisa mengendalikan dirinya. "Ma- maaf." Ucap perempuan berkaca mata itu. Irenee menyiram sisa es yang tumpah di bajunya ke arah perempuan Nerd itu. Banyak anak tidak menyangka dengan yang dilakukan Irenee. Terlebih gadis itu sudah ketakutan. Darrell berdiri menghampiri adiknya. Adiknya benar benar sudah keterlaluan. Dia tidak tau kenapa Irenee berubah seperti ini. Saat Irenee akan menjambak rambut gadis nerd di depannya itu tangannya sudah di pegang oleh seorang Pria. Irenee menatapanya kaget. "Minta maaf." suruh Darrell. Irenee menolak. "Enak aja minta maaf, dia yang salah." bantah Irenee. "Dia udah minta maaf. Tapi kamu siram dia pake es. " Irenee diam. "Minta maaf." ulang Darrell. Kini genggaman di tangannya semakin menguat. Irenee melepaskan genggaman tangan tersebut. Irenee tetap diam. "Nggak mau!!" "kini Irenee sendiri menatap tajam kakaknya. Sean berdiri berniat memisahkan kedua saudara yang sedang bertengkar seperti itu. Karena saat ini mereka berdua sudah di jadikan tontonan oleh semua murid. "Kakak bilang minta maaf Irenee! " "No!!" Mendengar kata kakak banyak yang sudah mulai berbisik bisik. "Jadi beneran Irenee itu kembarannya Darrell. " "Gue lihat lihat wajahnya emang mirip sih." "Besok kamu pulang ke Paris." satu kalimat dari Darrell mampu membuat Irenee tersenyum tak menyangka jika kakaknya akan mengacamnya seperti itu. "Fine!!! Sorry!!" setelah mengatakan itu Irenee langsung menabrak bahu Darrell dengan sengaja. "Ckckck... Dia marah Rell." ujar Sean. Darrell tau Irenee marah karena ia menegurnya seperti itu. Tapi memang Darrell tidak menyukai jika adiknya membully orang. Seperti kata sean dia marah Rell, saat kembali ke kelas Darrell tidak menemukan tas Irenee di sampingnya. Irenee malah pindah ke belakang. Darrell diam. Ia berfikir jika sampai rumah Irenee akan sudah seperti biasanya. Tapi Darrell salah. Irenee sama sekali tidak peduli padanya dan malah pura pura tidak menganggap Darrell tidak ada. "Sean beliin mami sate." "Grabfood sana mi." jawab sean balik. Mendengar jawaban Sean. keyla maminya itu langsung menjewer telinga Sean. "Aduh aduh mi sakit." "Anak kurang ajar!!! Mau mami potong uang jajan kamu." "Nggak mi Nggak. Ampunn." "Biar Irenee aja Mi, yang beliin." saut Irenee tiba tiba. "Aduh.. irenee nggak usah. Biar sean aja. " "Nggak papa mi." Keyla langsung memberikan Irenee uang untuk membeli sate. "Darrell anter ya?" pinta Darrell. Tapi Irenee sama sekali tidak menggubrisnya. Dia mengambil kunci mobilnya dan segera pergi. Irenee masih kesal dengan perkataan Darrell. Dia berjanji akan mendiamkan Darrell sampe lebaran monyet datang. Biar Darrell tau rasa. Irenee berhenti di sebuah toko yang di depannya jualan sate. Dia segera memesan sate dan masuk toko tersebut untuk membeli air dingin. Irenee di buat kaget dengan orang yang berjualan disana. babu. Laki laki itu menatapnya tak percaya. Irenee kaget. Sebenarnya seberapa nggak mampunya Babu sih sampe dia melihat malam hari seperti ini dia masih bekerja. Keesokan harinya Darrell meminta tolong ke Gisell supaya mencari tau kenapa Irenee sampe mendiamkannya seperti itu. Gisell segera mengiyakan permintaan Darrell. "Sell lo tau nggak, gue kemaren ketemu Babu." "Dimana??" "Toko yang deket pertigaan jalan jupiter itulohh. Dia jaga toko disana." "Beneran??" Irenee menganguk. "Yaampun tuh badan cowok terbuat dari apa ya. Kok nggak ada capek capeknya. " ujar Gisell tak percaya. "Padahal ya kalau pagi dia udah nitipin jajanan di pasar sama kantin sekolah. Terus setiap hari pasti ada aja orang nyuruh dia. Pulang sekolah aku denger dari Alice itu dia jadi tukang panggul." sambung Gisell lagi yang masih tidak percaya. "Tukang panggul itu apa?" "Yang gendongin karung di pasar ituloh." "ooo.." "Oh ya Gue denger dari Darrell juga katanya dia yang ngasih tau lo waktu lo di bully si Mira." "Serius?? Kok Darrell nggak ngomong ya ke gua." "Kan lu ngambek beb." "Hah, kok lo tau?" irenee terpengarah. "Ya kali gue ga tau. secara kalian berdua fenomenal gitu di sekolahan. Kemana mana lo sama Darrell mulu kayak kembar siam. Lah sekarang lo ngehindar Dari Darrell. Kenapa Emang?" tanya Gisell mencoba mencari tau. Irenee menceritakan kejadian kemaren. "Gue kan kesell jadinya ngapain Darrell lebih belain tuh cewek daripada gue. Karna cewek itu pacarnya Reyhan?? Dia nggak mau persahabatannya sama Reyhan putus?? Kan dia tau gue naksir doi. " "Mentari?? Masa mereka pacaran?? " "Tau ah males mikir. Kalo inget mereke semesra apa kemaren gue kan jadinya emosi." "Tapi bener juga sih. Orang Reyhan sering banget kepergok sama Mentari." Jawaban Gisell sukses membuat amarah seorang Irenee muncul. Rasanya Irenee ingin sekali mencekik orang yang namanya mentari itu. "Oh ya Rin, kenapa lo nggak tanya Reyhan langsung aja sih?" "Eh tapi kalo gue tela ah lebih dalam. Lo kan nggak pernah ngomong sama Reyhan." sambung Gisel. Irenee langsung menginjak kaki Gisel. Dia kesal dengan statement Gisell yang benar. Gisell mengaduh kesakitan. Irenee sebenarnya heran sama Reyhan. Dia salah apa sebenarnya?? Kenapa Reyhan waktu itu memutuskannya tanpa alasan. Dan sekarang Saat Irenee mendatanginya dia sama sekali tidak berbicara kepadanya. Emang senajis itukah Irenee sampe dia nggak mau ngomong lagi. Irenee tiba tiba percaya denga quotes di film yang ia tonton. Cinta pertama tidak akan berhasil. Irenee melihat Reyhan dengan Mentari. Dia langsung memanggilnya. Reyhan menoleh. Tapi melihat ketakutan di mata Mentari Reyhan menggenggam tangannya supaya dia tidak takut. Tindakan Reyhan memperjelas pertanyaan yang akan di ajukannya. "Lihat Sean nggak? " tanya Irenee akhirnya. Dia tidak akan bertanya tentang hubungannya dengan Mentari. Reyhan menelfon Sean dan meloudspekernya. "Lo dimana?" "Kantin." Setelah itu Reyhan mematikan telfonnya dan menatap Irenee seolah dia bilang lo udah tau kan?? Sana pergi. Irenee melangkah pergi dengan kekesalan yang memuncak. Melihat Irenee pergi menjauh dia langsung tertawa. "Dia perempuan yang kamu sukai kan?" tanya Mentari. Reyhan menganguk. Sebenarnya Mentari sudah tidak takut dengan Irenee Karena ucapan Darrell dan Reyhan yang meminta maaf. "Irenee sebenernya baik. Cuma mungkin moodnya dia aja yang lagi buruk. Maaffin dia ya." Ucap Darrell dengan tersenyum. Mentari sempat kaget waktu itu mendengar Darrell yang berbicara panjang yaitu 3 kalimat dengan tersenyum. Mendadak banyak anak anak yang ingin menggantikan posisi Mentari supaya Darrell akan mengajaknya bicara. Mentari sendiri akan memaafkan tanpa perlu Darrell meminta. Sepertinya Mentari sendiri paham jika perempuan kemaren marah gara gara Reyhan. Bukan karena dia menumpahkan esnya. Mentari menatap Reyhan heran. Jika Reyhan menyukai Irenee terus kenapa Mentari di suruh berpura pura seperti itu. Reyhan sendiri tersenyum mengingat Irenee yang menatapnya dengan cemburu. Sedangkan Irenee berjalan ke kantin dengan Gisell dan Alice. Sepanjang perjalan dia memikirkannya apa kelebihan Mentari dibanding dirinya. "Gue sama Mentari cantikan siapa sih?" Alice dan Gisel kaget mendapati pertanyaan itu. "Ya cantikan lo kemana mana lah " jawab Alice pada akhirnya. "Coba sebutin disisi mana Mentari lebih unggul dari gue?" Alice dan Gisell berpikir sebelum menjawab. Tapi mereka tidak menemukannya. "Kayaknya nggak ada deh. Kenapa sih?" tanya Alice. "Gue tau Rin." saut Gisell Irenee langsung menatap Gisel penasaran. "Kan dia lebih dapetin perhatiannya Reyhan." jawab Gisel dengan tertawa. Sontak Irene menendang tulang kering Gisell supaya temannya itu menghentikan tertawanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN