"Ibu bisa baca ini." Pak Rizal menyodorkan map yang sempat k****a di kafe tadi pagi. Perempuan itu tampak bergeming, masih terkejut dengan apa yang kami katakan. Beberapa saat kami pun ikut terdiam. Ibu masih tertegun menatap nanar pada berkas yang belum disentuhnya. "Maaf, kami harus sampaikan ini. Ibu bisa bertanya jika ada yang belum dipahami." Pak Rizal menggeser duduknya lebih maju dari sebelumnya. Mungkin pengacara ini tidak nyaman melihat sikap Ibu yang hanya terdiam, tanpa respons apa pun dalam waktu yang cukup lama. "Ibu juga bisa tanyakan pada klien saya. Bahwa dia juga diancam jika buka suara dan itu ada buktinya. Ada juga saksi-saksi yang sudah kami siapkan." Ibu masih diam, tetapi aku yakin dia mendengar dan memahami apa yang dikatakan Pak Rizal. Perlahan tangan Ib

