"Iya. Saya pribadi yang menjadi korban pengeroyokan orang suruhan Nesa sangat tidak membenarkan tindakannya. Kalau kita bicara hukum pasti akan ada pasal yang bisa menjeratnya. Saya tidak asal bicara Om, Tante, saya ada bukti. Dari mobil carteran sampai ke para pelakunya sudah saya simpan. Dan ini sengaja tidak saya keluarkan kemarin karena nanti bakal berguna persidangan nanti." Agus yang belum selesai bicara sempat terhenti karena tiba-tiba Nesa menangis makin menjadi-jadi. Aku dan mama Nesa sampai membawa gadis itu keluar dari ruangan. Aku tak tahu apa yang dikatakan Pak Rizal kepada mereka. Mama Nesa menenangkan dengan memeluk anaknya erat. Berkali-kali gadis itu meminta maaf pada mamanya. Begitu pun sebaliknya. Mama Nesa berulang-ulang mengatakan bahwa apa yang dilakukan putrinya

