"Ini bisa kita jadiin bahan bukti," kata Agus sambil melihatkan hasil rekamannya. "Maksudnya?" "Ya ampun, Lis. Kita bisa mengancam Nesa balik dengan rekaman ini." "Tapi ya." Entahlah, tiba-tiba pikiranku kacau. "Tapi apa?" tanya Agus, alis Agus lagi-lagi terangkat sebelah. "Aku takut, Gus. Jujur, aku enggak mau kamu terseret dengan kasusku." "Yah, gimana? Sudah terlanjur juga kan?" "Aku cuma mau kamu bantui ingatan Abi aja kok, bukan masalah ini." "Kenapa?" Aku terdiam. Sebenarnya, aku sudah menutup rapat mulutku masalah Nesa. Aku juga pasrah dengan apa yang terjadi. Biarlah itu semua menjadi urusan Allah. Aku meyakini bahwa Allah melihat segala perbuatan Nesa. "Aku sudah menutup ceritanya. Aku anggap saja kecelakaan Abi murni karena memang nasibnya. Aku juga sudah tida

