Agus tampak mengetik balasan, lalu meletakkan benda pipih itu di meja. Layar ponsel yang masih menyala, menggelitik rasa penasaranku. Siapa yang mengirimkan pesan? "Sekarang, kita punya waktu dua sampai tiga minggu lah, untuk meyakinkan Tante Mira." "Gus," panggilku, tapi cepat dipotongnya. "Aku belum selesai. Gimana Tante Mira mau percaya sama kamu? Sama Mama kamu? Kalau setiap hari kita membiarkan orang lain menghasutnya? Ayolah, Lis. Aku cuma butuh kesaksian dan semangat kamu." Laki-laki itu mengalihkan tatapan, lalu menyentak napasnya dengan kasar. "Aku mau kamu siapkan semua bukti ancaman Nesa." "Enggak bisa, Gus. Buktinya kurang kuat." "Kurang kuat gimana?" tanyanya cepat. "Begini ya, Lis. Kita tidak bisa meyakinkan Tante Mira dan membantu Abi kalau ada penghalangnya. N

