"Halo Nona Nesa. Senang bisa berkenalan dengan Anda." Pengacara dengan panggilan Pak Rizal itu mengulurkan tangannya, dia berjabat sebentar dengan kami lalu duduk di samping Agus. "Saya rasa tidak perlu berbasa-basi lagi. Karena klien saya sudah menjelaskan maksud pertemuan kita di sini. Jadi, begini Nona Nesa. Klien saya masih berbaik hati memberikan pilihan. Sekarang, semua keputusan ada di tangan Nona Nesa. Kalau masih mau berdamai, kami akan memberikan beberapa syarat. Kalau masih mau dilanjutkan. Ada baiknya Nona, saya sarankan pakai pengacara. Sayang sekali kalau Nona gegabah seperti ini." Setelah cukup lama berbasa-basi akhirnya Pak Rizal dengan sabar mulai membacakan kasusnya. "Oh, kamu ikut-ikutan mau mengancam saya," tanyanya yang sukses membuat Agus segera berdiri. Aku c

