Bab 21

1712 Kata

Aku mengalihkan perhatian keluar jendela, hujan masih turun dengan lebat. Setelah memesan dua porsi bakso dan dua jus jeruk. Tidak ada percakapan apa pun di antara kami, membuat suasana jadi terasa aneh. Cemburukah Abi? Kenapa sedari tadi hanya diam! Sama sekali dia tak bertanya bagaimana kabarku. "Kamu marah, ya?" tanyaku hati-hati. "Marah kenapa?" "Liat aku sama Agus ...." "Udah, enggak usah bahas yang enggak ada masalah." "Heem, maafin aku kalo ...," ucapanku terputus karena Abi dengan cepat memotongnya. "Enggak, kamu makin cantik pake sweater itu." Abi tersenyum, aku jadi salah tingkah. Benarkah dia tidak marah? "Terus kenapa kamu diam?" "Kan lagi nunggu jawaban dari kamu." Aku menunduk malu sudah menuduh Abi yang bukan-bukan. Harusnya aku memberi alasan juga kenapa but

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN