"Apa yang Sulis lakukan sudah melukai Ibu ya, Ma?" tanyaku di sela isak. Akhirnya aku menceritakan apa rencana ibu Abi pada Mama. Sejak kepulanganku dari rumah sakit kemarin, aku tak lagi mengunjungi Abi. Aku juga tidak bekerja dan lebih banyak menghabiskan waktu di kamar. Apa aku ingin istirahat? Tidak! Aku hanya tidak ingin memperkeruh suasana. Ibu Abi memintaku untuk bekerja, dan mengurangi kunjungan ke rumah sakit. Dengan berkilah agar aku tak terlalu capek. Aku yakin itu hanya sebuah alasan. Akan tetapi, aku akan melakukan semua yang Ibu mau. Kenapa aku tak pernah membantah? Karena aku tahu, itu semua hanya akan membuatnya terluka. Hanya permohonan kepada-Nya yang bisa kulakukan saat ini. Memohon agar semua kembali seperti dulu. Meski hatiku berat untuk menyetujuinya. Memang p

