Pasrah

1718 Kata

Belum juga selesai perempuan itu menuntaskan kata-katanya aku dengan tak sabar langsung memotong ucapannya itu. "Ibu serius?" tanyaku tak percaya. Perempuan di sampingku mengangguk. "Bagaimana menurut kamu, Lis?" Kuberikan gelengan pelan seakan tak mendengar lagi alasan yang diberikan Ibu Abi. Aku lekas keluar dari ruangan ini. "Sulis," panggil Ibu, "Ibu belum selesai." Aku tak memedulikan panggilannya, aku butuh waktu sendiri untuk bisa berpikir jernih. Siapa yang tidak sedih melihat orang kesayangannya terbaring sakit? Siapa? Aku bisa mengerti kalau Ibu tak ingin melihat Abi kesakitan lagi, aku bisa memahami kalau Ibu lebih memilih pergi dari kota ini, dari pada harus kehilangan Abi. Aku tahu maksud Ibu baik karena dia sayang sama anaknya. Akan tetapi, rencana Ibu ini sudah mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN