Tempo hari, Abi mengirimku pesan. Dia berencana mengajakku bertemu di taman. Untuk membicarakan sesuatu yang katanya serius. Entah apa yang ingin dibahas Abi, aku saja penasaran. Selama berhari-hari, aku merasa makanku kurang enak, tidurku tak lelap. Aih. Aku memang menunggu seperti saat-saat ini. Duduk manis di bawah pohon rindang, segelas jus jeruk tanpa gula dan es sudah separuh menemaniku. Namun, Abi belum juga menampakan batang hidungnya. Kuraih ponsel dan mengetik pesan singkat untuk Abi, tetapi belum juga pesan itu terkirim aku berpikir ulang. Alangkah baiknya kutunggu saja Abi, mungkin dia lagi di jalan atau ada urusan lain. Semilir angin sore menelusuri seluruh sudut taman. Daun-daun bergoyang pelan mengikuti embusan angin, terlihat juga daun-daun yang menguning berguguran.

