“Mouza, kenapa sih jilbab kamu pake’ dibuka segala. Kita sekarang mau kumpul nih, kan jadinya cuma kamu yang ngak pake’ jilbab.” Ucap Amel teman satu genk waktu SD. Hari ini kami kami ada janji berkumpul di rumah Ayu. Karena habis lebaran idul adha kemarin jadinya hari ini kami berkumpul demi bernostalgia mumpung belum pada pergi kembali ke sekolah masing-masing. Karena teman satu genkku inilah dulunya aku memutuskan untuk berhijab yang dikarenakan mereka semua sudah berhijab. Aku tak menyangka setelah melepasnya akan terasa semenyakitkan ini, terlebih komentar miring dari teman-teman sendiri. Aku hanya tersenyum kecut menanggapi komentar Amel. Memang ini salahku, harusnya dari awal aku tidak berhijab karena mereka melainkan memang berniat tulus karena Allah. Rasanya aku ingin mengulang

