"Udah dong, jangan nangis lagi." ujar Rendy membujuk adik perempuannya. Ellinda menggeleng pelan. Lalu, mengusap kasar jejak air matanya. Saat ini, mereka berada di taman depan rumah atas ajakan Rendy. Lelaki itu tak tahan, melihat Ellinda yang menangis tanpa suara di dalam kamarnya. "Abang, mau es krim." pintanya menatap lekat manik mata Rendy. Segurat senyum terukir di wajahnya. Setelah berjam-jam menangis, akhirnya Ellinda membuka suara. Sebuah tangan terulur mengacak rambutnya. Teriakan kesal keluar dari mulut Ellinda. Selama ini, tak ada orang yang berani mengacak rambutnya. Kecuali Abang sulungnya itu. "Abang, rambut aku berantakan jadinya!" rajuk Ellinda sambil menghentakkan kakinya di tanah. Rendy melepas tawa. Adik perempuannya tampak menggemaskan ketika merajuk seperti

